LINIKATA.COM, PATI – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menengok korban banjir di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026). Dalam kunjungan itu, Luthfi ingin memastikan kebutuhan mereka tercukupi.
Gubernur Jateng tiba di Dukuh Biteng sekitar pukul 16.30 WIB. Dia didampingi Bupati Pati, Sudewo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) Pati.
Sesampainya di masjid dukuh setempat, Gubernur Luthfi langsung menyerahkan berbagai bantuan, seperti sembilan bahan pokok (sembako) dan obat-obatan. Setelahnya, Luthfi berkeliling ke sekitar masjid untuk menyapa para warga terdampak banjir.
Baca juga: Rumahnya di Doropayung Pati Terendam Banjir 75 Cm, Siti Kini Harus Mengungsi
Lutfhi menjelaskan, hari ini pihaknya menengok korban bencana di dua kabupaten yaitu Jepara dan Pati. Kehadirannya itu untuk memastikan masyarakat terlayani dan kebutuhannya tercukupi.
“Kami memastikan masyarakat tetap kami openi. Dengan kehadiran kami, masyarakat tetap terjamin bahwa dampak ini bisa kita reduksi, masyarakat bisa melaksanakan kegiatan sebagaimana biasanya,” kata dia.
Selain bantuan yang ia bawa, nanti bantuan juga akan datang dari Baznas, PMI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Berbagai bantuan itu sebagai bukti, pemerintah hadir bersama warga.
“Beberapa kebutuhan pokok kita salurkan, agar jangan sampai masyarakat nanti tidak bisa melakukan aktivitas, terutama anak-anak sekolah,” beber Luthfi.
Kepala Desa Banjarsari, Sudiman, mengatakan, banjir melanda desanya akibat Sungai Silugonggo meluap pada Minggu (11/1/2026). Hal ini diperparah dengan adanya banjir kiriman dari luapan sungai Gono dan Godo. Saat ini, ketinggian air di permukiman sekitar 30 sampai 40 centimeter.
Baca juga: Banjir dan Jalan Rusak, Kemacetan di Jalan Pantura Pati-Rembang Sampai 3 Km
“Rumah yang terdampak ada 135 rumah. Jumlah KK (kartu keluarga) di sini 876 jiwa san yang terdampak 673 jiwa,” beber dia.
Sampai saat ini belum ada korban banjir yang mengungsi. Mereka enggan meninggalkan rumah karena rata-rata punya hewan ternak yang harus dijaga.
“Harapan kami itu tadi Bapak Bupati sudah menyampaikan mau normalisasi Sungai Gono sama sungai Godo,” tuntas Sudiman. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














