LINIKATA.COM, PATI – Jalan Pantura Pati-Rembang tepatnya di Desa Widorokandang Pati terendam banjir Senin (12/1/2025). Akibatnya, arus lalu lintas mecet hingga mencapai 2 kilometer.
Pantauan di lokasi, banjir itu menggenangi Jalan Pantura sepanjang ratusan meter dari pertigaan Jalan Lingkar Selatan (JLS) ke arah Timur. Berbagai kendaraan juga harus melaju pelan dari dua arah.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Pati, Iptu Purwanto, mengungkapkan, banjir yang menggenangi Pantura ini merupakan luapan dari Sungai Simo yang berada di sepanjang jalan tersebut. Ketinggian banjir di jalan sekitar 10 centimeter, sementara di bahu jalan mencapai 25 centimeter.
Baca juga: Banjir Semampir Pati: Ratusan Rumah Terendam, Seratusan Tambak Jebol
“Mulai tadi pagi menjelang subuh air mulai nutup jalan dari luapan sungai di jalan tersebut. Tepatnya di Desa Widorokandang mulai pertigaan lingkar,” katanya.
Akibat banjir itu, arus lalu lintas di jalan Pantura Pati-Rembang tersendat. Kepadatan dari arah Rembang menuju Pati mengular sepanjang 2 kilometer, sedangkan di jalan lingkar kepadatan kendaraan hingga 1 kilometer.
“Antrean dari arah Timur kurang lebih 2 kilometer. Kalau dari arah Selatan 1 kilometer,” ucapnya.
Meskipun demikian, Purwanto menyebut, jalan Pantura masih dapat dilalui kendaraan besar maupun sepeda motor. Namun arus lalu berjalan padat merayap karena terdapat genangan banjir.
“Sebenarnya arus lalu lintas masih tetap berjalan dari dua arah meskipun mengalami keterlambatan. Baik kendaraan sepeda motor atau kendaraan besar masih bisa melintas,” sebutnya.
Baca juga: Langganan Banjir Sejak 1993, Warga Kalidoro Pati: Mulai SD Sampai Beranak Banjir Terus
Pihaknya juga melakukan skema arus lintas supaya tidak terjadi kemacetan. Kendaraan roda empat dilarang melintas dari pertigaan JLS ke arah Pati kota.
“Dari Surabaya, Rembang terpaksa kita alihkan melalui lingkar yang menuju ke kota guna menghindari kuncian di pertigaan lingkar,” terangnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














