LINIKATA.COM, BLORA – Klaim pembiayaan lewat BPJS Kesehatan di Kabupaten Blora, selama 2025 tembus Rp400 miliar. Dana itu digelontorkan untuk membayar tagihan atau klaim kepada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes).
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Blora, Mulianto, menjelaskan, dana ratusan miliar itu dibayarkan untuk klaim pembiayaan pelayanan pasien peserta BPJS, mulai rawat jalan hingga rawat inap.
“Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), dan lanjutan,” kata Mulianto, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Antrean Online RSI Sunan Kudus Dapat Penghargaan dari BPJS Kesehatan
Dijelaskannya, untuk FKTP di wilayah Kabupaten Blora selama tahun 2025, total kasus ada 1.956.894. Dengan nominal pembiayaan lebih dari Rp75 miliar.
Sementara biaya penjaminan manfaat pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan, di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di wilayah Kabupaten Blora secara keseluruhan ada 2.357.367 Kasus.
“Dengan total nominal pembiayaan tiga ratus sebelas milyar delapan ratus tujuh puluh empat juta sekian,” paparnya.
Mulianto mengungkapkan, dengan manfaat besar yang dirasakan masyarakat itu, pihaknya meminta masyarakat agar menjadi peserta aktif, sehingga tak ada kendala di kemudian hari.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengecek data kepesertaan BPJS. Sudah terdaftar atau belum. Jika sudah terdaftar, dilihat aktif atau tidak,” jelasnya.
Baca juga: Warga Rembang Bisa Dapat layanan BPJS Kesehatan Gratis, Ini Alur dan Syarat Pengajuannya
Sementara bagi masyarakat yang belum terdaftar diminta mendaftar dengan berbagai pilihan. Bisa secara mandiri atau melaporkan ke tempat kerja bagi yang bekerja.
“Kalau tidak bekerja dan tidak bantuan dari pemerintah bisa daftar mandiri. Ada pilihan beberapa kelas,” bebernya. (Lk5)
Editor: Ahmad Muhlisin














