LINIKATA.COM, BLORA – Penanganan fenomena tanah ambles di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora menunggu kajian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Sampai saat ini, warga terdampak masih menunggu penanganan agar musibah tersebut tidak semakin parah.
Peristiwa ini pun mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, yang datang meninjau, Selasa (6/1/2026). Dalam tinjauan itu, dirinya menekankan pentingnya langkah cepat dari instansi terkait untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.
“Kita dari Polres dan Dinas PU (Dinas Pekerjaan Umum), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dan Kecamatan meninjau, untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman,” katanya.
Baca juga: Warga 2 Kecamatan di Blora Dihantui Fenomena Tanah Ambles, Sejumlah Rumah Rusak
Menurutnya, saat ini belum ada rekomendasi penanganan terhadap fenomena tersebut karena masih menunggu hasil peninjauan dari BBWS Pemali Juana.
“Nanti balai sungai akan meninjau. Kita tunggu hasil dari balai sungai. Nanti penanganan musibah tanah ambles ini harus bagaimana, kita bersama stakeholder terkait menjembatani,” kata Kapolres.
Dikatakannya, saat ini fenomena tanah ambles masih bersifat pra bencana, sehingga pihaknya berharap untuk dapat diantisipasi agar tidak muncul sesuatu yang tidak diharapkan.
“Semoga musibah yang menimpa warga Buluroto dapat segera tertangani. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman bertempat tinggal disini,” harap Kapolres.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora, Mulyowati, menjelaskan, saat ini curah hujan masih tinggi, bahkan terjadi di seluruh Indonesia. Atas hal itu, tanah gerak dan longsor banyak terjadi di beberapa wilayah termasuk di Kabupaten Blora.
“Ini kita cari solusi bersama, pasalnya banyak anggaran-anggaran yang di daerah ini kecil kemungkinan untuk penanganan bencana. Kita upayakan trobosan-trobosan untuk bantuan dari luar (bukan APBD),” katanya.
Baca juga: Tanam Pohon di Goa Terawang, Bupati Blora: Kita Tak Ingin Anak Cucu Kebanjiran
Saat ini, tiga rumah terdampak sudah diberi bantuan penanganan darurat berupa tanah grosok untuk meratakan antara tanah ambles dengan tanah sebelumnya.
Diketahui, fenomena tanah ambles itu terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan dan Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo. Peristiwa tersebut menyebabkan penurunan tanah sedalam 15 hingga 30 sentimeter dengan panjang rekahan sekitar 100 meter.
Dua rumah di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto mengalami rusak sedang dan tiga rumah lainnya terancam. Sedangkan di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup belum ada rumah yang terdampak. (LK5)
Editor: Ahmad Muhlisin














