LINIKATA.COM, GROBOGAN – Puluhan warga Sesa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan menolak pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih. Mengingat, proyek tersebut akan menggusur bangunan madrasah diniyah.
Keberatan warga itu disampaikan dalam audiensi dengan pemerintah desa bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih Desa Cingkrong di balai desa setempat, Jumat (2/1/2026) sore.
Warga beralasan, keberadaan bangunan madrasah diniyah tersebut sudah ada puluhan tahun, dan saat ini masih aktif digunakan untuk kegiatan pendidikan keagamaan anak-anak pada sore hari.
Baca juga: 244 Kopdes di Pati Proses Bangun Gerai, Sisanya Kesulitan Cari Lahan
“Warga berharap pihak pemerintah desa melakukan musyawarah khusus dengan melibatkan warga dan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam waktu dekat untuk menentukan pembangunan gerai koperasi merah putih,” kata perwakilan warga, Warjoyo.
Kades Cingkrong Jasmi menyatakan, pihaknya sebenarnya telah menyiapkan gedung anyar sebagai pengganti gedung lawas madin yang lokasinya akan dibangun Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau KDMP.
Bila akhirnya pembangunan gerai KDMP gagal dilakukan di titik madin itu, pihaknya pun tentu akan membatalkan kelanjutan pembangunannya.
“Saat ini sudah dibangunkan gedung baru pertama untuk madin, rencananya akan dilanjutkan. Tapi kalau KDMP tidak jadi di situ, ya terpaksa belum bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Ia memaparkan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran lanjutan untuk pembangunan gedung madin anyar. Jika KDMP jadi dibangun di sana, pembangunan madin baru akan segera dilanjutkan.
“Sudah ada RAB-nya. Kalau jadi di sana, ya langsung dilanjutkan, anggaran sudah disiapkan,” lanjutnya.
Jasmi mengatakan, pihaknya tentu akan memprioritaskan pembangunan Kopdes, jika memang nantinya butuh pengurukan di lokasi lain. Menurutnya, beberapa alternatif lokasi yang disiapkan butuh anggaran lebih.
Ia pun meminta warga tidak protes jika nantinya anggaran pembangunan madin dialihkan untuk menguruk calon lokasi KDMP.
“Kalau di lokasi lain kan bisa jadi butuh pengurukan dan lain sebagainya. Ya nanti harus rela kalau anggaran dialihkan untuk calon KDMP,” beberrnya.
Baca juga: 153 Kopdes di Rembang Proses Bangun Kantor, tapi Puluhan Terkendala Lahan
Jasmi pun meminta agar warga memahami bahwa pembangunan KDMP dilakukan untuk kepentingan bersama, bukan golongan tertentu. Keberadaan KDMP untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat harus paham, KDMP ini kan untuk kita bersama. Di madin situ kan dekat masjid juga, harapannya pusat aktivitas agama juga sekaligus bisa jadi pusat ekonomi. Yang mau ke masjid bisa mampir ke KDMP,” katanya.(LK5)
Editor: Ahmad Muhlisin














