LINIKATA.COM, KUDUS – Ajang pencarian bakat atletik bergengsi, MilkLife Athletics Challenge Series 2 Tahun 2025, sukses digelar di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Kompetisi yang berlangsung selama empat hari hingga Sabtu (29/11/2025) ini diikuti oleh lebih dari 2.100 pelajar dari 184 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Kudus dan sekitarnya.
Diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kudus, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, tapi menjadi wadah regenerasi atlet atletik nasional secara berjenjang.
Perwakilan Pengprov PASI Jawa Tengah, Firdaus, yang turut hadir memantau jalannya kompetisi, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, konsistensi pembinaan yang dilakukan di Kudus menjadi indikator positif bagi kemajuan atletik, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Baca juga: 1.267 Atlet Belia Ramaikan Milklife Athletics Challenge di Kudus
“Ini suatu kejuaraan yang sangat bagus untuk pembinaan atlet usia dini. Ini mungkin yang pertama kali di Indonesia yang ada serinya (berkelanjutan), dari seri 1, 2, dan seterusnya,” ujar Firdaus, Sabtu (29/12/2025).
Firdaus menambahkan bahwa para peserta yang memadati arena ini merupakan calon-calon atlet masa depan yang akan mengharumkan nama bangsa. Ia optimis, dengan pola pembinaan yang terstruktur seperti ini, dominasi atlet Kudus akan semakin terlihat di kancah yang lebih tinggi.
“Ini merupakan calon-calon atlet untuk Kudus, Jawa Tengah, dan Indonesia pada umumnya. Harapan kita setelah pembinaan ini, akan muncul bibit-bibit handal. Terbukti kemarin Kudus sudah mulai berbicara di tingkat provinsi untuk kelompok umur. Indikator bahwa pembinaan atlet di Kudus melalui event ini sangat berhasil,” tegasnya.
Berbeda dengan seri sebelumnya pada bulan Juni lalu, MilkLife Athletics Challenge kali ini menghadirkan inovasi dengan penambahan satu kategori usia dan tujuh nomor perlombaan baru. Total terdapat empat divisi Kelompok Usia (KU), yakni KU 10, 12, 15, dan 18 tahun.
Sebanyak 22 nomor dilombakan, meliputi lari sprint, estafet, tolak peluru, lempar lembing, hingga lompat jauh. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat spesifik mereka di cabang atletik.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PASI Kudus, Noor Akhmad, menjelaskan bahwa kompetisi ini adalah langkah strategis untuk menjaring atlet yang akan diproyeksikan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga tingkat nasional.
Baca juga: 92 Tim Ramaikan MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025-2026 di Kudus
“Kami mendorong para atlet untuk bergabung di klub sehingga harapannya dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Karena tim Kudus untuk Porprov nanti juga diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife sudah membantu memunculkan bibit-bibit potensial,” kata Noor Akhmad.
Atmosfer kompetisi terasa panas di lintasan lari. Salah satu penampilan impresif ditunjukkan oleh Irgi Candra Pranata, siswa SMAN 2 Bae Kudus. Irgi berhasil memborong dua piala juara sekaligus mencatatkan waktu terbaik 50,57 detik pada nomor lari 400 meter.
Bagi Irgi, ajang ini adalah batu loncatan penting untuk mengukur kemampuan dirinya demi menembus target mewakili Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di MilkLife Athletics Challenge saat ini dengan membawa nama sekolah. Di kejuaraan ini aku mengukur kemampuan dan sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti, karena aku memiliki target untuk bisa masuk PON dan berkontribusi untuk provinsi Jawa Tengah,” ungkap Irgi penuh semangat.
Selain prestasi individu, dominasi sekolah juga terlihat dari tim SMA NU Al Ma’ruf yang berhasil keluar sebagai Juara Umum kategori Usia 18 tahun dengan perolehan fantastis 8 medali emas. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














