LINIKATA.COM, KUDUS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, yang ditunjukkan semakin bertambahnya jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan banyaknya penerima manfaat (PM) yang tercover.
Berdasarkan data yang dihimpun dari aplikasi Kudus Sehat Pemkab Kudus, saat sekarang terdapat 46 dapur yang telah beroperasi. Kemudian sebanyak 22 dapur masih dalam tahap persiapan, diantaranya SPPG Rejosari 2, SPPG Kandangmas, SPPG Prambatan Lor, dan SPPG Jetiskapuan.
‘’MBG sudah berjalan masif. Dapur SPPG di Kudus juga sudah menjamur di berbagai wilayah, dan penerima manfaat sudah banyak tercover. Termasuk puluhan ibu hamil dan balita,’’ ungkap Dandim 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi, saat ditemui baru-baru ini.
Baca juga: Berkah MBG, Petani Pisang di Gunungsari Pati Panen Cuan
Maka dari itu, Hermawan menekankan kepada pengelola SPPG di Kudus, agar selalu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) program MBG. Seperti memperhatikan aspek kebersihan dapur, bahan makanan yang digunakan, hingga proporsi gizi dalam setiap porsi makanan.
Pihaknya juga mengaku telah menerjunkan personel Babinsa untuk bekerja bersama aparat lain dan tenaga kesehatan, untuk turut mengawasi operasional MBG di Kudus. Upaya ini untuk meminimalisir kejadian luar biasa atau penerima manfaat MBG mengalami keracunan ataupun gangguan kesehatan lain.
‘’Disisi lain, kami ingatkan yayasan agar tidak sekedar mencari profit (keuntungan, red) pada program MBG ini. Tetapi lebih mengedepankan kualitas dan kesehatan penerima manfaat,’’ tegasnya.
Terkait sebaran MBG, Hermawan mengaku saat ini mulai dilakukan pemerataan, seiring banyaknya dapur SPPG yang terbangun. Menurutnya, jumlah penerima manfaat dalam setiap dapur diidealkan, yakni antara 2.000 sampai dengan 3.000 penerima manfaat setiap. Hal ini guna memastikan distribusi logistik berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
‘’Sebelumnya setiap dapur mengcover 3.500 hingga 4.000 penerima manfaat,’’ tuturnya.
Baca juga: Bupati Kudus: Penyandang Disabilitas Berhak Sehat dan Bahagia
Pihaknya berharap, adanya sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat, program MBG di Kudus dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi kesehatan masyarakat setempat.
‘’Kami tentu berharap MBG di Kudus berjalan dengan lancar dan aman, dan gizi penerima manfaat terjamin,’’ pungkasnya. (LK9)
Editor Ahmad Muhlisin













