LINIKATA.COM, PATI – Potret buram kepedulian lingkungan di Kabupaten Pati kembali tersingkap. Hanya dalam waktu beberapa jam, aksi bersih-bersih di kawasan Jembatan Ngantru, Desa Mustokoharjo, berhasil mengeruk limbah rumah tangga hingga memenuhi dua truk dump, Minggu (9/8/2026)?.
Aksi resik-resik ini diprakarsai oleh Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) dalam rangkaian perhelatan Festival Kali Juwana ke-7 yang mengusung tema ”Sungai Waras, Masyarakat Waras”.
Gerakan ekologis ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, mulai dari dinas teknis seperti DPUTR, BPBD, BBWS, DLH, PSDA Jratunseluna, hingga puluhan pelajar dari SMAN 1 Jakenan, SMK BTB Juwana, MAN 1 Pati, SMK TBI, SMAN 3 Pati, SMK Tunas Harapan, serta Sekolah Teknik Pati.
Baca juga:
Kumpulkan Dua Truk Limbah Rumah Tangga
Juru Bicara Jampisawan, Ari Subekti, memaparkan, dari penyisiran di bantaran sungai hingga celah jembatan, tim gabungan mengumpulkan limbah rumah tangga dalam jumlah sangat besar yang didominasi oleh bungkus plastik kemasan dan popok bayi bekas.
Ari menuturkan, pelibatan generasi muda dan kalangan pelajar sengaja dilakukan untuk menanamkan pemahaman ekologis secara mendalam. Menurutnya, kepedulian terhadap Sungai Juwana adalah modal penting bagi masa depan daerah.
”Sungai Juwana bukan sekadar kami warisi dari leluhur, melainkan sungai yang kami pinjam dari generasi yang akan datang. Lewat aksi ini, tujuannya agar mereka mengerti dan menjaga fungsi sungai,” tegas Ari.
Baca juga:
Jeritan Hati Kalangan Pelajar
Keterlibatan langsung di lapangan memberi kesan mendalam bagi para peserta. Salah seorang siswa SMAN 3 Pati, Andhika Fathur Nur Ezzar, mengaku miris melihat kondisi sungai tempat tinggalnya namun bangga bisa berbuat aksi nyata.
”Saya mengikuti aksi ini untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Andhika di lokasi.
Ia berharap aksi menguras dua truk sampah ini bisa membuka mata masyarakat sekitar untuk berhenti menjadikan aliran sungai sebagai tempat pembuangan sampah raksasa.
”Semoga masyarakat sekitar sadar bahwa lingkungan itu penting. Harusnya masyarakat diberi edukasi agar tidak membuang sampah lagi, sehingga lingkungan bersih dan sungai ini tetap terjaga,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













