LINIKATA.COM, DEMAK – Sebanyak 230 calon jemaah haji dari Kecamatan Karanganyar, Mijen, dan Gajah antusias mengikuti praktik manasik haji di Gedung Haji Karanganyar, Kabupaten Demak. Menariknya, panitia sengaja menggelar simulasi ini tepat di bawah terik matahari siang untuk menguji ketahanan fisik para jemaah sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Demak berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (31/3) hingga puncaknya pada Kamis (2/4/2026).
Selama kegiatan, para jemaah tidak hanya mempraktikkan urutan ibadah dan bacaan doa secara lancar, tetapi juga dibekali materi pemantapan perjalanan. Panitia penyelenggara, Mustaqfirin, menjelaskan bahwa rangkaian manasik ini dirancang sedemikian rupa agar jemaah memahami alur ibadah secara komprehensif, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Baca juga: Sekda Jateng Ingatkan Petugas Haji Fokus Layani Jemaah ketimbang Ibadah Pribadi
“Tujuan utamanya agar jemaah bisa melaksanakan rukun dan wajib haji dengan benar. Hari ini adalah puncak manasik di tingkat kecamatan, selanjutnya pelatihan akan diteruskan di tingkat kabupaten,” ujar Mustaqfirin.
Suhu udara yang panas tidak menyurutkan semangat peserta. Muji Utomo, salah satu jemaah asal Desa Gajah, mengaku sengaja memanfaatkan momen panas siang hari ini sebagai ajang adaptasi cuaca di Arab Saudi demi melatih tubuh agar tidak kaget dengan perbedaan suhu ekstrem.
Baca juga: Empat Jemaah Calon Haji Pati Gagal Berangkat Padahal Sudah Lunas
“Panas bukan masalah bagi kami. Ini latihan supaya nanti di sana sudah terbiasa. Saya pribadi juga rutin jalan pagi agar kaki tidak mudah lelah saat prosesi haji nanti,” ungkap Muji yang telah menanti keberangkatan selama belasan tahun ini.
Untuk musim haji 1447 H / 2026 M, Kabupaten Demak tercatat akan memberangkatkan total 1.472 jemaah. Saat ini, seluruh persiapan teknis dan pembekalan terus dimatangkan oleh pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan lancar dan meraih predikat haji yang mabrur.
Editor: Ahmad Muhlisin















