LINIKATA.COM, KUDUS – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai menghantui warga Kota Kretek. Sejak Senin (30/3) malam, stok BBM jenis Pertalite hingga Pertamax di SPBU Damaran, Kecamatan Kota, dilaporkan habis atau kosong.
Pantauan di lokasi, kondisi tersebut memaksa para pengendara putar balik dan mencari pengisian di lokasi lain. Pantauan di lapangan pada Selasa (31/3/2026) pagi, sejumlah warga mengaku khawatir kekosongan ini menjadi sinyal kelangkaan yang lebih luas, atau bahkan kenaikan harga.
Nisa (29), warga Kecamatan Undaan, mengaku sempat kebingungan saat hendak mengisi bensin di sela jam istirahat kerjanya.
Baca juga: Teladan Hidup Sehat, Bupati Kudus Ajak ASN Budayakan ‘Bike to Work’
’’BBM di motor sudah menipis, ternyata di sini kosong semua. Terpaksa cari SPBU lain. Harapannya jangan sampai merembet ke SPBU lain dan jangan ada kenaikan harga,’’ keluhnya.
Pihak SPBU mengonfirmasi bahwa penipisan stok sudah terjadi sejak Senin malam. Operator SPBU Damaran, Reza, menjelaskan bahwa Pertalite habis terlebih dahulu pada pukul 20.00 WIB, disusul Pertamax pada Selasa pagi pukul 07.00 WIB. Hal tersebut pun dikonfirmasi Pengawas Lapangan SPBU Damaran, Ahmad Malik Aljabar.
‘’Ada keterlambatan pengiriman pasokan dari Semarang. Jadi, saat stok menipis, kiriman belum tiba. Akibatnya tadi pagi benar-benar kosong,’’ jelas Malik.
Baca juga: Puting Beliung Terjang Kudus: 395 Rumah Rusak, 2 Lansia Dilarikan ke RS
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT. Pertamina dan mendapat jaminan bahwa pasokan sebenarnya aman.
’’Saat kondisi normal, SPBU Damaran ini menerima suplai Pertalite sebanyak 16 ribu liter per hari, sementara Pertamax disuplai 16 ribu liter setiap dua hari sekali,’’ pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad MuhlisinÂ















