LINIKATA.COM, PATI – Dampak perang Iran Vs Amerika Serikat-Israel yang memicu kelangkaan pasokan dan lonjakan harga minyak dunia kini mulai meresahkan sektor agraris di dalam negeri. Kabar mengenai rencana pemerintah pusat untuk memberlakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) memicu kekhawatiran serius di kalangan petani, khususnya di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Serikat Petani Pati secara terbuka meminta pemerintah pusat agar tetap memprioritaskan kebutuhan bahan bakar bagi sektor pertanian. Hal ini didasari atas ketergantungan yang sangat tinggi terhadap BBM jenis solar untuk mengoperasikan berbagai alat mesin pertanian (alsintan) guna menunjang produktivitas pangan.
Ketua Serikat Petani Pati, Kamelan, menjelaskan bahwa proses produksi mulai dari hulu hingga hilir kini sudah beralih menggunakan teknologi mekanisasi. Peralatan seperti traktor untuk pengolahan tanah hingga pompa air untuk sistem irigasi sawah sangat bergantung pada ketersediaan solar.
Baca juga: Tanggul Jembatan di Lumbungmas Pati Ambrol, Aktivitas Warga Terancam Lumpuh
“Ada banyak alat pertanian lain yang menggunakan solar juga. Kalau dibatasi tentu menyulitkan petani,” terang dia, Selasa (31/3/2026).
Kamelan berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap dampak yang akan dirasakan petani jika pembatasan atau kenaikan harga benar-benar diterapkan tanpa adanya perlindungan khusus. Ia menekankan perlunya kebijakan yang menjamin kelancaran distribusi BBM untuk aktivitas pertanian.
“Kami berharap diberi kemudahan ke sektor pertanian,” ujar dia.
Faktanya, saat ini sejumlah petani di lapangan sudah mulai merasakan kendala dalam mendapatkan bahan bakar. Persoalan utama yang muncul bukan hanya soal ketersediaan stok, melainkan juga kerumitan persyaratan administrasi yang wajib dipenuhi petani untuk membeli solar bersubsidi bagi alsintan mereka.
“Semoga Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pertanian juga membantu dalam memberikan solusi agar para petani dimudahkan untuk persyaratan dalam mendapatkan BBM untuk alat pertanian,” tambah dia.
Baca juga: Protes Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Kayen Pati Tanami Pohon Pisang
Kamelan mengingatkan bahwa dukungan terhadap akses energi bagi petani sangat krusial. Mengingat, sektor ini merupakan tulang punggung dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang sedang digencarkan oleh pemerintah saat ini.
“Salah satu progam unggulan pemerintah sekarang ini kan ketahanan pangan. Semoga kami juga dibantu dalam mengatasi persoalan BBM untuk alat pertanian,” imbuh dia. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin















