LINIKATA.COM, PATI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kembali menegaskan larangan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di kawasan Alun-Alun Pati. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kemacetan yang bakal terjadi di pusat kota berjuluk Bumi Mina Tani tersebut.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa tata ruang dan lebar jalan di sekitar Alun-Alun Pati saat ini sudah tidak ideal untuk menampung aktivitas perdagangan pinggir jalan dalam skala besar. Menurutnya, keberadaan PKL secara langsung berdampak pada penyempitan ruang gerak kendaraan.
“Sekarang kalau kita ngomong alun-alun kita ini tidak terlalu luas. Jadi kalau banyak PKL di situ (alun-alun Pati) arus lalu lintasnya sudah pasti macet,” ucapnya.
Baca juga: Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus
Chandra menambahkan bahwa indikasi kemacetan ini bukanlah sekadar kekhawatiran tanpa bukti. Berdasarkan evaluasi dari periode sebelumnya, aktivitas pedagang di jantung kota tersebut selalu berbanding lurus dengan tersendatnya arus lalu lintas, terutama pada waktu-waktu sibuk.
“Seperti dulu sudah lama terjadi di alun-alun itu banyak pedagang, lalu lintas di malam hari juga macet,” ujarnya.
Pemerintah daerah menetapkan kawasan Alun-Alun Pati sebagai zona merah bagi aktivitas PKL. Meskipun sempat ada pelonggaran selama masa libur lebaran atas dasar kemanusiaan, Chandra menegaskan bahwa ke depannya penertiban akan dilakukan secara tegas demi menjaga ketertiban umum.
“PKL di alun-alun di situ zona merah. Harusnya dikosongkan. Kalau kemarin lebaran saja. Kasihan mereka biar berjualan. Untuk ke depannya zona merah harus ditertibkan,” ucapnya.
Baca juga: Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong
Sebagai solusi jangka panjang bagi para pedagang, Pemkab Pati kini tengah menyusun strategi untuk menghidupkan kembali Alun-Alun Kembangjoyo yang menjadi sentra UMKM, meski saat ini masih sepi pengunjung. Berbagai agenda dan kegiatan rencananya akan diarahkan ke lokasi tersebut guna menarik minat masyarakat dan memulihkan ekonomi para pedagang.
“Baru kita rencanakan. Kita bikin kegiatan-kegiatan di kembang Joyo sana supaya PKL di sana bisa hidup lagi,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















