LINIKATA.COM, DEMAK – Kecelakaan lalu lintas melibatkan Bus AKAP Widji Lestari dan sebuah truk tronton terjadi di jalur Pantura, tepatnya di Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026) siang. Insiden ini mengakibatkan kabin bus ringsek parah, sopir sempat terjepit, dan tujuh orang harus dilarikan ke fasilitas medis.
Peristiwa bermula saat bus bernomor polisi S 7537 UJ jurusan Surabaya-Semarang tersebut melaju di tengah cuaca hujan. Setibanya di lokasi kejadian, sebuah truk tronton box berpelat nomor B 9843 UEW yang berada di depan bus melakukan pengereman mendadak dan membanting setir ke kiri.
Langkah darurat tersebut dilakukan pengemudi truk guna menghindari sebuah minibus yang tiba-tiba melakukan putar balik (U-turn) di depannya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras antara bagian depan bus dan bagian belakang truk tronton tidak dapat terhindarkan.
Baca juga: Mobil Pemudik Picu Kecelakaan Beruntun di Jalur Pantura Kudus
“Di depan ada mobil putar arah, lalu truk di depan saya tiba-tiba sein kiri dan ngerem. Saya coba rem tapi tidak sampai, akhirnya menghantam belakang truk. Kalau saya banting (setir) ke kiri, risikonya malah bisa lebih banyak korban,” ujar Tiyo, sopir bus Widji Lestari.
Dampak benturan yang kuat menyebabkan kabin bus mengalami kerusakan berat. Tiyo, sang sopir, sempat terjepit di balik kemudi selama kurang lebih 15 menit sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang korban yang mengalami luka-luka, termasuk sopir dan enam penumpang. Seluruh korban langsung dibawa ke Puskesmas Gajah untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan para korban hanya menjalani rawat jalan.
Salah seorang penumpang, Sukarno, menuturkan bahwa saat kejadian bus melaju dengan kecepatan normal.
“Jalannya biasa saja, tidak kencang karena posisi sedang hujan. Saya hanya luka di bibir karena terbentur jok depan saat tabrakan terjadi,” ungkapnya.
Kecelakaan ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional Pantura mengalami kemacetan panjang yang mengular. Posisi bus yang memakan badan jalan menghambat laju kendaraan lain dari arah Surabaya menuju Semarang.
Baca juga: Tertibkan Ojek Liar di Menara Kudus, Kapolsek: Jangan Ada yang Main Harga
Kemacetan baru mulai terurai setelah bus berhasil dievakuasi menggunakan truk derek. Sementara itu, sekitar 20 penumpang bus lainnya yang selamat telah dipindahkan ke bus lain untuk melanjutkan perjalanan ke Semarang.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Demak untuk penyelidikan lebih lanjut. (LK6)
Editor: Ahmad MuhlisinÂ















