LINIKATA.COM, PATI – Langkah antisipasi mulai dilakukan Satpolairud Polresta Pati guna mengawal keamanan rangkaian tradisi Kupatan di Kabupaten Pati. Momentum tahunan ini menjadi perhatian khusus kepolisian lantaran padatnya agenda masyarakat, mulai dari sedekah laut, lomban, hingga larung sesaji yang melibatkan banyak massa.
Kasatpolairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menegaskan bahwa personel telah diterjunkan ke lapangan sejak Selasa (24/3/2026). Saat ini, pengawasan intensif mulai menyasar desa-desa pesisir yang menjadi titik kumpul wisatawan.
“Selasa (24/3/2026) ini kami mulai melakukan pengamanan di Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana. Kebetulan jumlah wisatawan mulai mengalami peningkatan,” terang dia.
Baca juga: Ali Badrudin Pastikan Pembangunan di Pati Tetap Jalan Meski Tanpa Sudewo
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya 13 desa di wilayah pesisir Pati yang dijadwalkan menggelar tradisi sedekah laut secara bertahap mulai 28 Maret hingga 19 Juli mendatang. Sejauh ini, tercatat ada tiga wilayah yang telah resmi mengajukan permohonan bantuan pengamanan.
“Tiga desa itu seperti Desa Bajomulyo dan Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana dan di Tayu,” terang dia.
Pihak kepolisian juga telah menjalin koordinasi dengan tim terpadu maritim untuk mematangkan rencana pengamanan melalui rapat internal. Kompol Hendrik menekankan bahwa aspek keselamatan tidak boleh diabaikan oleh panitia penyelenggara maupun pemilik kapal yang berpartisipasi dalam keramaian di perairan.
Baca juga: KPK Kembali Perpanjang Masa Tahanan Sudewo Selama 30 Hari
“Di samping itu kami telah mengimbau kepada segenap panitia sedekah laut untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam kegiatannya. Kemudian juga menyiapkan alat keselamatan di saat larung sesaji. Pemilik kapal juga diminta memperhatikan muatan kapal agar jangan sampai kelebihan muatan serta selalu melihat kondisi cuaca,” tambah dia.
Momen Kupatan yang dirayakan mulai H+7 Lebaran memang selalu menjadi daya tarik utama bagi warga Pati. Selain larung sesaji, berbagai atraksi seperti lomba perahu naga hingga wisata naik perahu menuju muara menjadi agenda yang paling dinantikan sekaligus memerlukan pengawasan ketat demi menjamin keselamatan publik. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin














