LINIKATA.COM, REMBANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mulai mematangkan persiapan program peningkatan produksi tebu untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama tahun ini adalah percepatan swasembada gula nasional melalui program Bongkar Ratoon dan Perluasan Lahan Tebu.
Kepala Bidang Perkebunan Dintanpan Rembang, Agus Supriyanto, menjelaskan bahwa ritme kerja tahun ini dirancang lebih fleksibel guna menyesuaikan dengan kebutuhan riil para petani di lapangan.
Persiapan Matang dan Administrasi yang Longgar, Agus menyebutkan bahwa saat ini timnya tengah gencar melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan calon penerima bantuan.
Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Pemkab Rembang Pastikan Stok Beras Aman dan Melimpah
“Tahun 2026 ini jadwal kita agak longgar. Saat ini kami sudah mulai melakukan cek lokasi dan verifikasi lapangan terkait usulan penerima program. Tujuannya agar pembuatan CPCL (Calon Petani Calon Lahan) selesai lebih awal,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/03/2026).
Ia menambahkan, penentuan waktu tanam akan sepenuhnya mengikuti keinginan petani. Berdasarkan data usulan yang masuk, mayoritas petani merencanakan masa tanam pada bulan Oktober dan November.
“Karena tanamnya akhir tahun, ada jeda waktu yang cukup panjang bagi penyedia bibit untuk bersiap, dan kami di sisi administrasi juga tidak perlu terburu-buru. Semua bisa lebih presisi,” imbuhnya.
Dalam rangka mendukung visi Presiden terkait percepatan swasembada gula nasional, Kabupaten Rembang menetapkan target luasan lahan sebesar 1.550 hektar untuk tahun 2026.
yang mencakup dua skema utama, yakni program Bongkar Ratoon untuk mengganti bibit lama yang produktivitasnya menurun dengan bibit unggul baru, serta program Perluasan Lahan yang menyasar petani pemula maupun pemilik lahan baru, termasuk optimalisasi pemanfaatan lahan Perhutani untuk budidaya tebu.
“Kami harap petani yang produksi tebunya sudah menurun segera ikut program Bongkar Ratoon agar hasilnya meningkat lagi. Untuk petani pemula, silakan mendaftar program perluasan,” tutur Agus.
Baca juga: Harga Beberapa Kebutuhan Pokok di Rembang Naik Jelang Lebaran
Dinas Pertanian dan Pangan Rembang membuka pintu lebar bagi masyarakat, khususnya yang memiliki akses lahan di area Perhutani, untuk ikut serta dalam program ini.
Pendaftaran usulan diharapkan segera dilakukan agar proses pendampingan dan distribusi bantuan bibit dapat berjalan sesuai jadwal.
“Semoga petani di Rembang, baik yang sudah lama maupun pemula, dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung produksi gula nasional,” pungkasnya. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin














