LINIKATA.COM, KUDUS – Gemuruh suara alat berat yang menggilas ribuan botol kaca menjadi pemandangan mencolok di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis sore (12/03/2026). Langkah tegas ini diambil oleh Kepolisian Resor (Polres) Kudus sebagai bagian dari pembersihan penyakit masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sedikitnya 4.268 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek dan jenis berakhir hancur digilas alat berat. Barang bukti tersebut merupakan hasil kerja keras aparat kepolisian yang melakukan razia intensif di berbagai titik di Kabupaten Kudus dalam kurun waktu kurang dari satu bulan terakhir.
Pemusnahan ini bukan sekadar seremoni. Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa ribuan botol yang dimusnahkan terdiri dari miras pabrikan yang beredar ilegal hingga miras oplosan yang sangat berisiko merenggut nyawa.
Baca juga: Akibat Bising Suara Knalpot, Seorang Warga Payaman Kudus Jadi Korban Penganiayaan
Kapolres menyayangkan temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa peredaran miras ini mulai menyasar kalangan muda.
“Miras ini mayoritas kami amankan dari tangan remaja, bahkan mirisnya ada juga yang dari pelajar. Ini adalah langkah nyata kami untuk mencegah terjadinya gangguan ketenteraman masyarakat di bulan suci Ramadan dan menyambut Idulfitri,” tegas AKBP Heru.
Ia menambahkan, konsumsi miras seringkali menjadi akar masalah dari berbagai tindak kriminalitas, mulai dari tawuran antarkelompok hingga kecelakaan lalu lintas yang membahayakan nyawa orang lain.
Langkah preventif Polres Kudus ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus, Samani Intakoris, yang hadir langsung menyaksikan pemusnahan tersebut, kembali mengingatkan jati diri Kudus sebagai Kota Santri.
Samani menegaskan bahwa secara regulasi, Kabupaten Kudus memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang sangat ketat mengenai larangan minuman beralkohol.
“Kudus itu Kota Santri yang nol alkohol. Namun, faktanya di lapangan kita masih menemukan peredaran ilegal di sejumlah tempat. Ini jelas merusak kesehatan dan merusak lingkungan sosial kita,” ungkap Bupati Samani dengan nada prihatin.
Baca juga: Polres Kudus Gilas Ribuan Botol Miras, Komitmen Menuju Kudus Zero Alkohol
Bupati juga mengapresiasi sinergitas kepolisian yang tidak kendor dalam melakukan penindakan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang lebaran. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melakukan pengawasan bersama agar visi Zero Alkohol di Kudus bukan sekadar slogan.
Pemusnahan ribuan botol miras ini diharapkan memberikan efek jera bagi para penjual maupun pengedar. Namun, kepolisian menyadari bahwa penindakan saja tidak cukup tanpa bantuan informasi dari warga.
Dengan musnahnya ribuan liter cairan memabukkan tersebut, diharapkan perayaan kemenangan di hari Idulfitri nanti dapat berjalan dengan lebih tenang, aman, dan penuh keberkahan bagi seluruh warga Kudus. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














