LINIKATA.COM, PATI – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati menyebabkan Sungai Widodaren meluap dan merendam Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kamis (12/3/2026). Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi jalur Pantura Batangan–Rembang sepanjang sekitar 500 meter, dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat mengalami kepadatan. mengingat, kendaraan roda dua maupun roda empat harus memperlambat lajunya saat melintasi genangan banjir.
Salah satu warga Desa Ketitangwetan, Sugeng Widodo, mengatakan, banjir terjadi karena Sungai Widodaren tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah Pati bagian selatan. Bahkan dalam satu bulan terakhir, banjir telah terjadi hingga sepuluh kali.
“Banjir sering sekali terjadi, sampai tak terhitung,” keluhnya.
Baca juga: Jelang Arus Mudik, Jalan Pantura Pati-Rembang Masih Dihantui Banjir
Menurut dia, penyebab utama desanya selalu kebanjiran karena sungai Widodaren sudah tidak mampu menampung debit air kiriman dari daerah hulu.
“Sungai kecil jadi sering meluap. Walaupun tanggul sudah ditinggikan tetap tidak kuat menampung,” katanya.
Maka dari itu, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Selain peninggian tanggul, warga juga meminta tanggul-tanggul kritis segera diperbaiki agar luapan air sungai dapat diminimalisir.
“Tolong sungainya diperbaiki, tanggul ditinggikan lagi biar nggak jebol menggenangi rumah dan jalan,” pungkasnya. (LK3)
Editor: Ahmad MuhlisinÂ














