LINIKATA.COM, KUDUS – Menjelang Idulfitri 2026, antusiasme masyarakat Kabupaten Kudus dalam menukarkan uang baru mulai meningkat signifikan. Bank Jateng Kantor Cabang Kudus resmi membuka layanan penukaran uang pecahan kecil dari Bank Indonesia (BI) melalui program Serambi Bank Indonesia. Layanan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari pada 9 hingga 13 Maret 2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses penukaran berjalan tertib. Hal ini dikarenakan seluruh penukar diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu secara daring melalui laman resmi pintar.bi.go.id. Sistem ini terbukti efektif mencegah terjadinya kerumunan yang tidak teratur di area perbankan.
Baca juga: Ratusan PPPK Paruh Waktu di Kudus Tak Gajian Sampai Lebaran
Tradisi Wisit dan Persiapan Warga Mejobo
Salah seorang warga Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Rosmalia (41), mengaku telah bersiap sejak jauh hari untuk mendapatkan kuota penukaran ini. Ia mendaftar tepat saat aplikasi dibuka pada 26 Februari lalu. Setelah berhasil masuk sistem, ia memilih untuk memaksimalkan jatah penukaran yang disediakan, yakni sebesar Rp5.300.000. Nominal tersebut terdiri dari berbagai pecahan, mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000.
“Uang ini untuk kebutuhan lebaran, terutama untuk wisit (salam tempel) anak-anak. Tradisi di sini kan memang memberi uang jajan pas hari raya,” ujar Rosmalia.
Fasilitas Nyaman dan Pembagian Sesi Penukaran
Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan fasilitas khusus di halaman belakang kantor tersebut. Ruang tunggu berpendingin udara dan kursi yang tertata rapi disediakan demi kenyamanan nasabah agar proses menunggu tidak menjemukan.
“Kami ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk melayani penukaran selama lima hari. Setiap harinya, kami melayani kuota untuk 100 orang penukar,” jelas Risdiyanto.
Baca juga: Unik, “Ultraman” di Rembang Pasarkan Hampers Lebaran
Untuk menghindari kerumunan, kuota harian tersebut dibagi ke dalam tiga sesi waktu. Sesi pertama dimulai pukul 09.00–10.00 WIB, sesi kedua pukul 10.00–11.00 WIB, dan sesi ketiga ditutup pada pukul 11.00–12.00 WIB. Pembagian ini dimaksudkan agar alur keluar-masuk penukar tetap terkendali.
Dengan estimasi setiap penukar memaksimalkan jatah Rp5,3 juta, maka dalam satu hari Bank Jateng menyalurkan sekitar Rp530 juta. Jika ditotal selama lima hari pelayanan, jumlah uang baru yang didistribusikan diprediksi mencapai Rp2,6 miliar. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














