LINIKATA.COM, PATI – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Pati punya cara apik untuk menanamkan disiplin berlalulintas sejak dini. Melalui Program Pesantren Kilat Ramadan, aparat kepolisian mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, etika berkendara dengan balutan kegiatan keagamaan seperti mengaji dan siraman rohani.
Antusiasme terpancar jelas dari raut wajah puluhan anak-anak yang memadati Musala Satpas Polresta Pati, Jumat (27/2/2026). Mereka tampak saksama mengikuti setiap sesi mulai dari salat asar berjemaah, mengaji, siraman rohani, hingga pengenalan rambu-rambu lalu lintas yang dikemas secara menyenangkan.
Bahkan, saat edukasi berkendara, mereka tampak aktif bertanya dan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan para Polisi Wanita (polwan) yang mengisi sesi tersebut.
Kasat Lantas Polresta, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan, Pesantren Kilat ini merupakan program unggulan selama Ramadan. Peserta kegiatan ini adalah anak-anak di lingkungan Satpas dan anak-anak anggota Sat Lantas Polresta Pati.
Baca juga: Ngabuburit Produktif Siswa SMAN 1 Jakenan, Riset Melon demi Olimpiade
“Dalam Pesantren Kilat ini, kami mengajarkan cara berwudlu, cara salat yang baik, kemudian mengaji dan juga ceramah agama. Kami juga mengenalkan ilmu-ilmu lalu lintas sejak dini kepada anak-anak,” jelasnya.
Lewat program ini, Kasat Lantas berharap anak-anak bisa semakin mengenal agamanya. Dengan pemahaman agama yang baik, itu bisa menjadi bekal yang sangat berharga untuk kehidupannya.
“Pesantren kilat ini bertujuan meningkatkan ketakwaan, keimanan, dan kecintaan anak-anak terhadap Islam,” harapnya.
Tak hanya itu, lanjut Kompol Riki, Pesantren Kilat juga jadi cara yang jitu untuk mendekatkan diri kepada anak-anak. Mereka dikenalkan profesi kepolisian dan tugas-tugasnya di lapangan.
“Di satu sisi mengenalkan ilmu lalu lintas, di sisi lain juga mengenalkan bahwa polisi itu dekat dengan anak-anak, dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga: Resahkan Warga, Polsek Tayu Amankan Mobil Setel Dangdut Bangunkan Sahur
Kesan mendalam dirasakan oleh salah satu peserta, Anin. Dia menceritakan pengalamannya dengan penuh semangat saat mengikuti Pesantren Kilat. Ia menuturkan, selain mendapatkan bimbingan tata cara berwudu yang benar, melaksanakan salat berjemaah, dan mengaji bersama, ia juga memperoleh pemahaman baru mengenai rambu-rambu serta etika di jalan raya.
“Tadi diajari wudu, salat berjamaah, mengaji, lalu lintas dan lain-lainnya,” katanya.
Dia mengaku tak takut masuk ke kantor polisi. Dalam pengakuannya, sejak tiba dia dan teman-temannya sudah merasa nyaman karena disambut dengan ramah oleh personel kepolisian.
“Senang, nggak takut masuk kantor polisi. Polisinya baik-baik dan ramah,” kata Anin. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













