LINIKATA.COM, PATI – Suasana area pertambakan di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, siang itu cukup ramai. Bukan untuk panen, meraka rupanya bersiap untuk menggelar tradisi penyambut Ramadan yang telah berjalan turun temurun.
Mereka tampak berkumpul di pondok-pondok sambil menikmati jajanan yang dibawa dari rumah masing-masing. Sebagian lain terlihat turun ke tambak untuk menangkap ikan bandeng dengan jaring.
Sedangkan para ibu-ibu terlihat sedang menyiapkan masakan, mulai dari membersihkan bandeng, menyiapkan bumbu-bumbu hingga memasak kuliner khas pesisir seperti kelo mrico hingga bandeng bakar.
Baca juga: Atasi Banjir, Desa di Pati Didesak Terbitkan Perdes Sampah
Setelah semua masakan selesai, belasan warga kemudian bergiliran mengambil makan. Mereka tampak begitu menikmati hidangan sederhana itu. Tak lupa, dalam acara makan-makan itu juga terselip doa agar selama Ramadan mereka diberikan kelancaran dalam beribadah dan bekerja.
Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, menjelaskan, tradisi makan bersama di tambak menjelang Ramadan ini telah dilakukan secara turun-temurun sejak para pendiri desa. Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat pesisir.
“Menu yang disajikan wajib ikan bandeng segar yang dipanen langsung dari tambak milik warga. Ikan kemudian dimasak menjadi bandeng kuah khas pesisir dan sebagian lainnya dibakar, untuk disantap bersama di pondok-pondok tambak,” katanya, Selasa (17/2/2026).
Meski sederhana, lanjut dia, suasana kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi yang terjalin membuat hidangan terasa semakin nikmat.
Baca juga: Serunya Tradisi Gogo Bandeng di Bakaranwetan Pati
Salah satu warga, Kholis mengaku setiap tahun selalu mengikuti tradisi ini. Menurutnya, tradisi ini jadi momentum mempererat persaudaraan sebelum menjalankan ibadah puasa.
“Setiap menjelang Ramadan selalu mengikuti tradisi ini. Selain sebagai bentuk syukur juga menjaga kerukunan warga,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













