LINIKATA.COM, Pati – Warga Desa Blaru, Kecamatan/Kabupaten Pati terpaksa merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki jalan Pati-Purwodadi di Perempatan Pentol yang rusak parah, Rabu (11/2/2026). Mereka kesal karena pemerintah tak kunjung memperbaiki jalan yang sudah rusak berbulan-bulan dan sudah mencelakakan banyak orang itu.
Pantauan di lokasi, belasan warga terlihat bahu membahu mengangkut meterial penambal jalan dari sebuah pikap dan motor roda tiga. Mereka menguruk jalan berlubang dengan lebar dan kedalaman bervariasi pakai batu dan base course. Setelahnya, urukan material itu diratakan dengan alat stamper.
Warga Blaru, Deddy Gunawan, mengaku mengeluarkan biaya Rp7 juta untuk memperbaiki jalan sepanjang 1 kilometer itu. Menurutnya, jalan kabupaten itu sudah rusak parah selama berbulan-bulan. Meski beberapa kali ditambal, tapi jalan cepat rusak lagi karena menggunakan material grosok biasa yang cepat rusak lagi jika ada hujan.
Baca juga: Empat Jemaah Calon Haji Pati Gagal Berangkat Padahal Sudah Lunas
“Sementara kita masih tanggung pribadi tapi warga bersama-sama untuk membantu tenaganya. Ya kurang lebih sekitar tujuh jutaan,” ungkap dia.
Menurutnya, aksi ini bentuk akumulasi kemarahan warga atas perlakuan pemerintah yang disebut mengabaikan kerusakan jalan tersebut. Mengingat, kerusakan jalan tersebut sudah banyak mencelakakan pengguna jalan.
“Kami marah karena sudah banyak korban. (Jalan rusak) udah lama, sebulan lebih kira-kira (dari penambalan terakhir),” ungkapnya.
Baca juga: Sidang Kekerasan Wartawan di Pati: Terdakwa Pilih Tak Hadirkan Saksi Meringankan
Deddy pun berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati untuk segera melakukan perbaikan permanen dengan kualitas bagus agar jalan tak cepat rusak lagi. Dia juga meminta dinas terkait berterus terang jika tak punya dana, agar masyarakat bisa swadaya memperbaiki jalan.
“Kami berharap pemerintah dalam hal ini (Bidang) Bina Marga (DPUTR Pati) mengatakan dengan jelas, dengan tegas, saya tidak ada dana dan biarkan kami masyarakat bekerja secara swadaya untuk nambal jalan,” tegasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














