LINIKATA.COM, PATI — Jemaah Calon Haji (Calhaj) Pati dijadwalkan mulai berangkat ke tanah suci pada 7 Mei hingga 21 Mei 2026. 1.295 jemaah itu akan dibagi menjadi lima kloter, termasuk gabungan dengan kabupaten lain. Saat ini mereka sedang mengikuti tahapan bimbingan manasik haji.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan nikmat besar yang memerlukan kesiapan matang dari jamaah maupun penyelenggara.
“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Ibu sekalian yang telah memperoleh kesempatan dari Allah SWT untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima. Ibadah haji membutuhkan kesiapan mental, fisik, dan spiritual agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal,” ujar Chandra dalam Pembukaan dan Orientasi Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Pati yang digelar di Pendapa Pati, Kamis (5/2/2026).
Baca juga:
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap peningkatan kualitas pelayanan haji seiring berdirinya kementerian khusus yang menangani haji dan umrah. Menurutnya, sistem pelayanan terpadu diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih profesional, efisien, dan akuntabel bagi jamaah.
“Pelaksanaan manasik haji ini sangat krusial sebagai sarana pembekalan yang komprehensif. Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh calon jamaah agar mengikuti setiap tahapan manasik dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi dengan pembimbing,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati Rahardian Yunianto menjelaskan bahwa manasik haji tingkat kecamatan akan dilaksanakan selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Februari 2026, di 16 titik lokasi. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber profesional guna memberikan pemahaman menyeluruh kepada jamaah.
“Jumlah jamaah haji Kabupaten Pati yang terdaftar sebanyak 1.295 orang, terdiri dari 571 jamaah laki-laki dan 724 jamaah perempuan. Seluruh paspor jamaah telah terkirim dan proses administrasi saat ini terus berjalan,” jelas Rahardian.
Baca juga:
Ia menambahkan bahwa jamaah haji Kabupaten Pati tergabung dalam kloter 49 hingga 53, dengan rincian kloter 49 merupakan kloter gabungan bersama Kabupaten Rembang, sedangkan kloter 50 hingga 53 bergabung dengan Kota Surakarta.
“Seluruh jamaah termasuk dalam gelombang kedua dan direncanakan berangkat pada Mei 2026,” pungkas dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














