LINIKATA.COM, PATI – Seorang kakek berusia 65 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi sujud di pesisir Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Senin (12/1/2026) malam. Kakek bernama Karlan itu sebelumnya dikabarkan hilang beberapa hari.
Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, menjelaskan, warga Desa Keboromo itu tak terlihat sejak Minggu (11/1/2026). Hal ini membuat para tetangganya mencoba mencari Kakek Karlan pada Senin (12/1/2026).
”Dia kan duda. Sementara anaknya kerja di luar kota. Terus tetangganya curiga, ’kok korban tak terlihat dua harian’. Terus mereka melaporkan ke kami,” ungkap AKP Aris Pristianto, Selasa (13/1/2026).
Baca juga: Lagi, Nelayan Bakalan Pati Meninggal saat Cari Kerang di Perairan Dukuhseti
Setelah mencoba mencari, warga menemukan kendaraan korban, yakni sepeda motor Beat bernomor polisi K 2788 VG warna hijau terparkir di area mangrove Desa Dororejo.
”Setelah dilakukan upaya pencairan, karena kurang lebih 2 hari tidak terlihat, ditemukan korban dalam keadaan sujud di tepi pantai Hutan Mangrove Desa Dororejo dalam posisi telah meninggal dunia,” tutur AKP Aris.
Warga pun melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Setelah itu, Polsek Tayu bersama dengan Koramil 03 Tayu dan tim medis dari Puskesmas Tayu 2 mendatangi ke TKP.
”Selanjutnya korban dibawa ke tepi jalan Desa Dororejo dan sesampainya langsung dilakukan pemeriksaan luar terhadap korban,” ungkap dia.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar, korban diduga meninggal karena sakit. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Selanjutnya dibuatkan Surat Pernyataan dari pihak perwakilan keluarga korban.
Baca juga: Terjatuh dari Perahu saat Cari Kerang, Nelayan Bakalan Pati Ditemukan Tewas
”Dia mempunyai riwayat penyakit jantung,” ungkap dia.
AKP Aris membantah korban meninggal terserat banjir, meskipun tangan korban keriput lantaran terendam air cukup lama. Berdasarkan keterangan dari para saksi, korban sering mencari umpan memancing atau bangi di lokasi kejadian.
”Adapun korban dimungkinkan meninggal dunia karena sakit,” pungkas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin














