LINIKATA.COM, PATI – Puluhan warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati memilih mengungsi karena rumahnya kebanjiran. Mereka menyebar ke tiga titik posko yang telah disiapkan oleh pemerintah desa setempat.
Salah satu posko yang ramai pengungsi adalah Balai Desa Doropayung. Di sana, warga tampak beraktivitas, seperti tiduran, bercengkerama, hingga di dapur umum.
Salah satu warga itu adalah Siti. Dia mengungkapkan, banjir merendam rumahnya sejak Sabtu (10/1/2026). Semakin hari, genangan banjir terus bertambah hingga memaksa keluarganya mengungsi ke aula balai desa.
Baca juga: Pembangunan Tanggul Darurat di Bulumanis Kidul Pati Ditarget Selesai Hari Ini
“Sepaha kalau di dalam rumah, terus mengungsi ke Balai Desa Doropayung. Semalam masih bertahan dengan seadanya,” kata Siti ditemui di lokasi, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, setiap tahun Desa Doropayung menjadi langganan banjir. Bahkan, dua tahun terakhir juga terjadi banjir yang cukup besar. Oleh karena itu, Siti berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan makanan bagi warga.
“Menjadi langganan dua tahun tiga tahun. Bantuannya buat makan, tidak bisa bekerja,” jelasnya.
Perangkat Desa Doropayung, Saleh mengatakan, saat ini ketinggian banjir di permukiman berkisar 5 sampai 80 centimeter. Sedangkan di dalam rumah mencapai 75 centimeter. Untuk itu, pihaknya menyiapkan tiga titik posko pengungsi di aula balai desa, eks Stasiun Juwana, dan Sanggar Mamura.
Baca juga: 39 SD di Pati Kebanjiran, Pembelajaran Diganti Daring
Saat ini sudah ada 56 jiwa yang menempati aula balai desa. Selain itu warga yang kebanjiran memilih mengungsi ke rumah saudaranya. Jumlah warga yang kebanjiran ada 214 rumah dengan total 263 KK dan 650 jiwa.
“Ada tiga posko, yang sudah mengungsi di rumah tetangga sudah ada 50 KK, yang di Balai Desa asa 15 KK dengan 56 jiwa,” jelasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














