LINIKATA.COM, PATI – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengebut pembuatan tanggul darurat Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang jebol akibat banjir bandang, Jumat (9/1/2026) lalu. Pengerjaan sudah dimulai Minggu (11/1/2026) dan ditargetkan rampung hari ini, Senin (12/1/2026).
Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja tampak mengangkut berbagai material, seperti bambu untuk tiang pancang hingga anyaman bambu atau sesek. Dua alat berat juga tampak dikerahkan untuk mempercepat proses pembangunan tanggul sepanjang sekitar 40 meter.
Penancapan bambu sepanjang sekitar 4 meter menggunakan alat berat itu dilakukan di dua sisi selebar kurang lebih 1 meter. Setelahnya, para pekerja memasang anyaman bambu dan geotek yang kemudian tengahnya baru diisi tanah.
Baca juga: Belasan Rumah di Bulumanis Kidul Pati Rusak Parah Diterjang Banjir Bandang
Pengawas proyek dari BBWS Pemali Juana, Wachid, mengatakan, untuk percepatan pembangunan tanggul darurat, pihaknya mengerahkan 15 pekerja dan dua alat berat. Pembangunan sebenarnya sudah dimulai Minggu. Namun, karena terkendala hujan deras maka pemasangan trucuk bambu baru dimulai hari ini.
“Pembuatan tanggul darurat kami mulai dari kemarin, tapi untuk problemnya kemarin itu cuaca dan debit air tinggi. Jadi kami menambal tanggul saja. Tadi pagi baru mulai pemancangan (bambu) untuk tanggul daruratnya,” katanya.
Untuk mengantisipasi banjir susulan, pihaknya menargetkan pembangunan harus selesai hari ini. Jika belum selesai, maka pihaknya akan melakukan penambalan darurat lagi, dan esoknya dibongkar kemudian dipasang trucuk bambu.
“Untuk hari ini kita harus ngejar, kalau bisa hari ini selesai untuk mengamankan,” beber dia.
Namun, dalam proses pembuatan tanggul darurat ini, pihaknya terkendala akses menuju tanggul jebol yang berada sangat dekat dengan permukiman. Selain itu, material juga harus didatangkan dari luar daerah.
Baca juga: Kiamat Itu Mewujud Banjir Bandang, Dunia Juharti Lenyap Sekejap
“Kendalanya, satu, akses. Kedua, banyak hunian di bantaran juga untuk penghambatnya. Kemudian material tanah, karena belum tiba akhirnya sementara pakai tanah sekitar tanggul, nanti diganti,” ujar Wachid
Untuk tanggul permanen, pihaknya belum bisa memastikan waktu pembangunannya. Mengingat, masyarakat untuk sementara butuh tanggul tertutup dulu, karena mereka khawatir akan ada banjir susulan.
“Untuk tanggul permanen, kami menunggu cuaca. Cuacanya masih kayak gini. Kami sementara bisa untuk tanggap darurat dulu, yang penting aman,” tuntasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














