LINIKATA.COM, PATI – Banjir kembali melanda Desa Semampir, Kecamatan/Kabupaten Pati, Minggu (11/1/2026) sore. Sampai Senin (12/1/2025), ratusan rumah masih terendam banjir dan seratusan tambak jebol. Ini merupakan banjir kedua, setelah Jumat (9/1/2026) lalu.
Kepala Desa Semampir, Parmono, mengatakan, banjir kali ini merupakan yang kedua dalam dua hari terakhir dan berdampak hampir merata di seluruh wilayah desa.
“Banjir bandang ini susulan kedua. Kemarin hari Sabtu sudah selesai dan dibersihkan, tapi hari Minggu sekitar jam tiga sore banjir datang lagi sampai pagi ini,” ujar Parmono.
Baca juga: Langganan Banjir Sejak 1993, Warga Kalidoro Pati: Mulai SD Sampai Beranak Banjir Terus
Ia menyebutkan, banjir tersebut merendam delapan RT di desanya. Menurutnya, sekitar 75-80 persen rumah warga kemasukan air, dengan jumlah warga terdampak mencapai 302 kepala keluarga.
“Rata-rata per RT hampir 40 KK. Totalnya sekitar 302 KK yang terdampak,” jelasnya.
Selain rumah warga, banjir merendam SD Semampir. Dengan kondisi tersebut, siswa terpaksa diliburkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Seratusan Rumah di Doropayung Pati Kebanjiran, Ketinggian Semeter Lebih
“Kami liburkan sekolah dan kantor desa. Namun pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan dari rumah,” kata Parmono.
Parmono menjelaskan, dampak paling parah dirasakan oleh para petambak ikan. Banjir bandang menyebabkan lebih dari 100 kolam ikan jebol, sehingga ikan-ikan lepas terbawa arus. Jenis ikan yang terdampak meliputi lele, nila, mujair, patin, dan gurame, dengan luas tambak mencapai sekitar sembilan hektare.
“Semua tambak kemasukan air, ikan pada lepas. Kerugian petambak belum bisa kami hitung,” ungkap Parmono. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














