LINIKATA.COM, PATI – Sebanyak 39 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pati terendam banjir sejak Jumat (9/1/2026). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) kini dipindah daring dari rumah atau pengungsian sampai banjir surut.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 13 kecamatan, yaitu Kecamatan Batangan (3 SD), Dukuhseti (3 SD), Gabus (6 SD), Jakenan (2 SD), Juwana (5 SD), Kayen (2 SD), Margoyoso (2 SD), Pati (3 SD), Tambakromo (3 SD), Tayu (6 SD), Trangkil (1 SD), Wedarijaksa (3 SD), dan Winong (1 SD).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Sunarji, mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya memindah KBM luring menjadi daring mulai hari ini, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Banjir Semampir Pati: Ratusan Rumah Terendam, Seratusan Tambak Jebol
“Untuk sementara, siswa dari sekolah-sekolah yang terdampak banjir mengikuti pembelajaran dari rumah secara daring,” katanya.
Salah satu sekolah yang terdampak banjir adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Semampir yang berada di Desa Semampir, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Pantauan di lokasi, banjir merendam area sekolah dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.
Air bahkan masuk ke dalam ruang kelas sehingga pihak sekolah menutup dan mengunci ruangan untuk mencegah lumpur semakin mengotori fasilitas belajar.
Kepala Desa Semampir, Parmono, menyampaikan bahwa banjir kali ini merupakan yang kedua dalam waktu dekat dan berdampak pada hampir seluruh warga desa.
“SDN Semampir sebenarnya sudah dibersihkan setelah banjir pada Sabtu (10/1/2026), namun kembali terdampak banjir susulan,” ujarnya.
Baca juga: Langganan Banjir Sejak 1993, Warga Kalidoro Pati: Mulai SD Sampai Beranak Banjir Terus
Akibat banjir, aktivitas pemerintahan desa juga ikut terdampak. Kantor desa ditutup sementara, meski pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan melalui rumah masing-masing perangkat desa dengan memanfaatkan layanan digital Srikandi.
“Setiap RT ada 40 rumah yang terdampak banjir. Jadi dikalikan 8 RT, ada sekitar 320 rumah di Desa Semampir terdampak banjir,” terangnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














