LINIKATA.COM, PATI – Curah hujan yang tinggi sejak Jumat (9/1/2026) sore di daerah hulu Lereng Muria membuat tanggul Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati jebol sepanjang sekitar 20 meter. Akibatnya, desa setempat diterjang banjir bandang hingga menyebabkan belasan rumah rusak parah.
Pantauan di lokasi, ratusan rumah di tujuh RT dipenuhi lumpur dengan ketinggian dari 5 cm hingga 20 cm. Puing-puing bangunan, ranting hingga pohon juga tampak berserakan. Tampak juga beberapa mobil dan sepeda motor ikut tertumpuk puing-puing.
Ketua RT 1 RW 2 Desa Bulumanis Kidul, Dwi Yuda Kartika mengungkapkan, kedatangan banjir bandang itu membuat warga ketakutan karena pernah mengalami hal serupa pada 2022 lalu. Mereka berlarian menyelamatkan diri di rumah yang aman tanpa menghiraukan harta bendanya.
Baca juga: Longsor di Colo Kudus, Mobil dan Truk Tangki Terjun ke Jurang Sedalam 30 Meter
Menurutnya, saat kejadian ketinggian air di permukiman mencapai sekitar 1,2 meter. Saat ini banjir sudah surut dan menyisakan lumpur yang tebal.
”Semalam mungkin dari jam 6 sampai jam 8 malam hujan tambah deras. Terus jam 9 tanggul sudah mulai jebol. Terus puncaknya sekitar jam 21.30 WIB semakin jebol dan rumah pada rusak,” ujar Yuda ditemui di lokasi, Sabtu (10/1/2026).
Yuda menjelaskan, tanggul yang jebol sekitar 20 meter. Tanggul ini sebenarnya sempat jebol pada 2022 lalu dan sudah diperbaiki. Namun kini kembali jebol.
”Tanggul lama yang kemarin tahun (2022 jebol, kini) jebol separo. Terus bertambah ke timur yang jebol. sekitar 20-an meter,” kata Yuda.
Pihaknya belum mengetahui kerugian dari bencana ini. Meskipun demikian, ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Baca juga: Puncak Musim Hujan, Warga Diminta Waspadai Banjir Bandang hingga Longsor
”Dampak tidak separah dulu. Karena mungkin persiapan evaluasi sudah siap. Peringatan juga sudah ada duluan. Sempat panik dan teriak histeris. Ada sepuluhan rumah yang rusak yang terdampak 200 lebih,” tandas dia.
Hal senada juga diungkapkan warga Desa Bulumanis Kidul, Slamet Sawo. Ia menilai curah hujan yang lebat di Pegunungan Muria memicu banjir bandang.
”Hujan lebat dari atas Gunung Muria (pemicunya). Sementara yang dicek baru dicek satu tanggul yang lebih. Kurang lebih 20 meter. Sungai Suwatu,” pungkas dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














