LINIKATA.COM, GROBOGAN – Puluhan rumah di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan tergenang banjir luapan Sungai Serang. Sejak akhir 2025, banjir sudah terjadi enam kali.
Selain menggenangi permukiman, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum seperti rumah ibadah dan Sekolah Dasar (SD). Imbasnya, aktivitas belajar mengajar di SDN 2 Katong terpaksa diliburkan karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Kepala Desa Katong, Sukarsono, mengatakan, banjir merupakan persoalan yang kerap terjadi di desanya. Bahkan, sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, banjir sudah terjadi sebanyak enam kali.
Baca juga: Gusur Madin, Warga Cingkrong Grobogan Tolak Pembangunan Kopdes
“Setiap hujan deras, air Sungai Serang meluap dan masuk ke kampung. Dari akhir tahun sampai awal tahun ini sudah enam kali banjir,” ujar Sukarsono, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, pemerintah desa telah berupaya melakukan penanganan dengan mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Permintaan tersebut terutama terkait normalisasi Sungai Serang sebagai solusi jangka panjang.
“Kami sudah mengajukan permohonan normalisasi sungai ke berbagai pihak. Kalau harus menggunakan Dana Desa, kami tidak sanggup karena biayanya sangat besar,” jelasnya.
Sementara itu, Puriyanto, warga Desa Katong, menyebut banjir hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Selain merendam sekolah, banjir juga menggenangi permukiman warga.
Baca juga: IJTI Muria Raya dan Perhutani Tanam Seribu Pohon di Bukit Salam Grobogan
“Hari ini SD Negeri 2 Katong libur karena banjir. Ketinggian air di sekolah sampai lutut orang dewasa,” katanya.
Ia menambahkan, sedikitnya satu RT dengan sekitar 40 rumah warga terdampak banjir akibat luapan Sungai Serang.
“Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius agar banjir yang kerap melanda Desa Katong tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan,” harap dia. (LK5)
Editor: Ahmad Muhlisin














