LINIKATA.COM, KUDUS – Penampilan atlet dari Cabang Olahraga Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) dalam acara KONI Kudus Award di Pendapa Kudus pada Selasa (30/12/2025) malam kini menjadi buah bibir. Sayangnya, bukan prestasi yang dibicarakan, melainkan busana dan gerakan penari yang dianggap terlalu berani untuk konsumsi publik di lingkungan pemerintahan.
Meski tarian tersebut merupakan bagian dari disiplin olahraga dance sport, lokasinya yang berada di Pendapa Kabupaten Kudus memicu polemik. Masyarakat menilai penyelenggara tidak mempertimbangkan aspek kearifan lokal dalam memilih kostum dan jenis tarian.
Menanggapi kegaduhan ini, DPRD Kudus mengambil langkah tegas. Ketua Komisi D, Mardijanto, mengaku kaget dan akan segera memanggil pihak KONI untuk memberikan penjelasan.
Baca juga: Kapolres Larang Warga Kudus Gelar Pesta Kembang Api saat Tahun Baru
“Jujur saya kaget. Apapun alasannya, pendapa itu tempat pemerintahan. Harus ada evaluasi dalam waktu dekat agar penyelenggara lebih peka dalam menampilkan sebuah atraksi,” ujar Mardijanto.
Menurutnya, pihak penyelenggara seharusnya memahami sensitivitas masyarakat Kudus yang religius sebelum menyetujui sebuah konsep acara. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh organisasi di bawah naungan pemerintah agar lebih selektif dalam menggelar acara publik.
“Kurang pas tari agak erotis, pendopo tempat sakral yang perlu kita hormati, intinya seperti itu,” lanjut dia.
Saat dikonfirmasi, Ketua KONI Kudus, Sulistyanto meminta maaf atas penampilan atlet dance sport tersebut. Dia pun telah menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati dan masyarakat Kudus.
“Atas kejadian tadi malam saya selaku Ketua KONI kita menyampaikan permohonan maaf kepada pak Bupati. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kudus karena membuat keresahan di masyarakat,” katanya.
Baca juga: Polres Kudus Tangani 278 Kasus Kriminal di 2025; Dari Pembunuhan hingga Korupsi
Menurutnya, penampilan tersebut termasuk dalam cabor IODI. IODI adalah Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia, induk organisasi yang menaungi olahraga tari atau dansa kompetitif (dance sport) di Indonesia, yang menggabungkan seni tari, teknik, ritme, serta kekuatan fisik dalam berbagai gaya seperti ballroom, salsa, dan hip-hop.
“Tadi malam dari KONI itu salah satu cabor di bawah pengkab IODI nomor yang dibandingkan, itu dari kami bahwa murni olahraga prestasi yang dipertandingkan Porprov 2026 mendatang,” jelas dia. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














