Tahap Dua, Putri Dakka Umrohkan 11 Guru Mengaji di Palopo 

Sulsel

LINIKATA.COM, Palopo – Putri Dakka kembali memberikan kejutan melalui Agenda Kebaikan yang ditelorkan nya.

Kali ini, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan Sulsel III ini memberikan hadiah umroh kepada 11 orang guru mengaji di daerah Palopo.

Supriadi, salah seorang guru mengaji menyampaikan hal tersebut kepada media ini, Jumat (12/1/2024) ketika ditemui usai Shalat Jumat di Masjid Jami’ Palopo.

Menurut guru mengaji di Masjid Jami’ ini dia dan dua orang rekannya bersama delapan orang guru mengaji lainnya mendapatkan kabar bahwa mereka menerima rezeki dari tuhan melalui Putri Dakka untuk melaksanakan ibadah umroh.

Hadiah umroh dari Putri Dakka itu adalah kejutan terindah baginya, karena hal ini adalah keinginan terdalam dirinya untuk melaksanakan ibadah umroh.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan rezekinya kepada kami para guru mengaji melalui tangan yang rela berkorban untuk kebaikan yaitu ibu Hj. Putri Dakka,” ucapnya.

“Melalui media ini saya ucapkan terima kasih kepada ibu Putri Dakka atas kemurahan hati dan kebaikannya telah memperhatikan kami para guru mengaji dan imam masjid untuk menunaikan ibadah umroh,” ucapnya.

“Semoga pahala dan kebaikan ibu Putri Dakka dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” doa Supriadi untuk Putri Dakka.

Seperti biasanya, Putri Dakka dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa apa yang dia lakukan melalui agenda kebaikan adalah memenuhi pesan orang tuanya.

“Ternyata Almarhum ayah saya pernah berpesan, ketika kamu sudah mendapatkan rezeki nak !, ingatlah manusia yang terbaik itu, ketika mampu bermanfaat antar sesama,” ucapnya mengulang pesan ayahnya.

“Itulah, begitu Putri mendapatkan rezeki, Putri sudah pintar cari uang, Putri hadir menjadi cahaya untuk orang-orang yang membutuhkan, sesuai pesan Almarhum ayah saya,” terang caleg Nasdem nomor urut 7 untuk daerah pemilihan Sulsel III ini.

“Dari zakat dua setengah persen sebagai kita muslim, ketika saudara kita nasrani dikatakan persepuluhan, maka itu adalah sebuah kewajiban mutlak yang harus dikeluarkan,” beber Putri.

“Bukan kita mau maju sebagai politikus kita lakukan kerja kemanusiaan akan tetapi kemanusiaan adalah sebuah kewajiban yang harus kita laksanakan sebagai manusia,” tegasnya.

Putri menyebutkan juga bahwa ia menjalani kurang lebih 11 tahun mengabdi mencari rezeki dan begitu ia dititipkan rezki dari Allah, maka kewajibannya untuk memberikan kepada orang yang membutuhkan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *