LINIKATA.COM, PATI – Universitas Diponegoro (Undip) mulai menjajaki peluang pemberian beasiswa penuh bagi warga kurang mampu di Kabupaten Pati. Selain fokus pada sektor pendidikan, pertemuan antara pihak universitas dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati ini juga membahas potensi pengembangan kampus di daerah serta solusi atas permasalahan lingkungan.
Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Pendapa Pati pada Rabu (1/4/2026), yang dihadiri langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan Direktur Akademik Undip, Siswo Sumardiono. Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah Bumi Mina Tani.
Beasiswa Penuh untuk Putra Daerah Terbaik
Direktur Akademik Undip, Siswo Sumardiono, menjelaskan bahwa salah satu agenda utama adalah memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi namun terkendala biaya agar tetap bisa menempuh pendidikan tinggi.
Baca juga: Mahasiswa UMK Ciptakan Alat Peringatan Dini Banjir di Setrokalangan Kudus
“Jadi, rencana kami adalah bagaimana putra-putra terbaik Pati yang tidak memiliki kemampuan untuk melanjutkan studi nanti mendapatkan beasiswa dari Kabupaten Pati untuk bisa menempuh pendidikan di Jepara yang notabene jaraknya relatif lebih dekat,” ujar Siswo Sumardiono.
Langkah ini diharapkan dapat memangkas hambatan jarak dan biaya bagi warga Pati yang ingin berkuliah di kampus terdekat milik Undip.
Wacana Pembukaan Kampus PSDKU di Pati
Selain program beasiswa, pembahasan juga mengarah pada rencana pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di wilayah Pati. Kehadiran program studi ini dinilai sangat relevan untuk mendekatkan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat serta menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan akses pendidikan tinggi semakin terbuka dan merata, khususnya bagi masyarakat Pati,” terangnya.
Baca juga: Alat Pendeteksi Sumber Air Ciptaan Siswa SMPN 1 Kayen Menangi Ajang Internasional
Solusi Teknologi untuk Masalah Kekeringan dan Banjir
Kerja sama ini ternyata tidak hanya menyentuh sektor akademis. Undip juga menawarkan peran aktif kampus dalam memberikan solusi nyata terhadap isu strategis di Pati, seperti pengelolaan sumber daya air serta penanganan wilayah yang rawan kekeringan dan banjir.
“Kolaborasi ini tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga bagaimana kampus dapat hadir memberi solusi nyata bagi persoalan daerah,” imbuh Siswo.
Salah satu gagasan inovatif yang muncul dalam diskusi tersebut adalah pembangunan unit desalinasi. Teknologi ini dipandang sebagai langkah cerdas untuk menyediakan air bersih di wilayah-wilayah Pati yang sering terdampak kekeringan saat musim kemarau.
Melalui sinergi ini, Undip berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Pemerintah Kabupaten Pati di masa depan.
“Ke depan, kami membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kabupaten Pati,” pungkas Siswo Sumardiono. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















