• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Jelang Kupatan, Penjual Janur di Pasar Juwana Baru Pati Sepi Pembeli

Redaksi by Redaksi
Maret 26, 2026
in Regional
0
Jelang Kupatan, Penjual Janur di Pasar Juwana Baru Pati Sepi Pembeli

Penjual janur di Pasar Juwana Baru sedang melayani pembeli, Kamis (26/3/2026). Foto: Linikata/LkK1

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Menjelang tradisi Kupatan, para pedagang janur musiman di Pasar Juwana Baru, Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati mengaku sepi pembeli. Salah satu faktor utamanya adalah naiknya harga bahan baku pembuatan ketupat tersebut.

Salah satu penjual janur, Dasri, mengaku rutin berjualan di lokasi tersebut setiap habis Hari Raya Idulfitri. Namun, dia merasakan penjualan tahun ini tak seramai biasanya.

“Setiap Lebaran saya selalu jualan di sini. Tapi tahun ini memang agak sepi,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Usai Cuti Lebaran, ASN Pemkab Kudus Diminta Tancap Gas

Di lapaknya, Dasri menjual satu ikat janur berisi 50 helai dengan harga Rp30.000 atau naik Rp10.000 dari tahun lalu sebesar Rp20.000. Sementara itu, untuk anyaman ketupat siap pakai, pedagang mematok harga Rp25.000 per 10 buah.

“Kenaikannya sampai Rp10.000 per ikat. Mau tidak mau harga jual ikut naik, tapi untungnya jadi tipis,” tambahnya.

Dasri menilai, penurunan jumlah pembeli juga disebabkan oleh faktor demografi, di mana banyak warga lokal yang sudah kembali ke perantauan setelah masa libur Lebaran, sehingga permintaan berkurang.

Keluhan senada juga disampaikan Wulandari. Meski area pasar terlihat dipadati pengunjung, hal tersebut tidak serta-merta meningkatkan angka penjualan janurnya.

Baca juga: 13 Desa di Pesisir Pati Bakal Gelar Sedekah Laut, Polisi Siapkan Skema Pengamanan

“Pengunjung memang banyak, tapi yang beli janur sedikit. Ini saja baru laku lima ikat. Tahun lalu lebih ramai,” ungkap Wulandari.

Meski begitu, dia berharap akan ada peningkatan pembeli dalam beberapa hari ke depan. Mengingat, Tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan biasanya mencapai puncaknya pada H+7 Idulfitri. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Kupatan
Previous Post

Waspada Penyakit Kusta di Pati: Sampai Maret Ada 11 Kasus

Redaksi

Redaksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

SELAMAT IDUL FITRI

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
KKP Segel Unit Tepung PT Indo Seafood yang Diduga Cemari Laut di Banyudono Rembang

KKP Segel Unit Tepung PT Indo Seafood yang Diduga Cemari Laut di Banyudono Rembang

Maret 16, 2026
Bupati Sudewo Tanggapi Kasus Kekerasan pada Wartawan saat Liput Rapat Pansus

Sudewo Minta Pansus Jangan Telanjangi Pemerintah: Yang Sempurna Nabi Muhammad

September 5, 2025
Oknum Relawan Intimidasi Jurnalis saat Liputan Evakuasi Pendaki Gunung Muria

Oknum Relawan Intimidasi Jurnalis saat Liputan Evakuasi Pendaki Gunung Muria

Juni 26, 2025
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Jelang Kupatan, Penjual Janur di Pasar Juwana Baru Pati Sepi Pembeli

Jelang Kupatan, Penjual Janur di Pasar Juwana Baru Pati Sepi Pembeli

Maret 26, 2026
Waspada Penyakit Kusta di Pati: Sampai Maret Ada 11 Kasus

Waspada Penyakit Kusta di Pati: Sampai Maret Ada 11 Kasus

Maret 26, 2026
Pemkab Pati Belum Terapkan WFH ASN untuk Hemat BBM, Ini Alasannya

Pemkab Pati Belum Terapkan WFH ASN untuk Hemat BBM, Ini Alasannya

Maret 26, 2026
Remisi Lebaran di Kudus: 2 Langsung Bebas, Kasus Narkotika Mendominasi

Remisi Lebaran di Kudus: 2 Langsung Bebas, Kasus Narkotika Mendominasi

Maret 26, 2026

Recent News

Jelang Kupatan, Penjual Janur di Pasar Juwana Baru Pati Sepi Pembeli

Jelang Kupatan, Penjual Janur di Pasar Juwana Baru Pati Sepi Pembeli

Maret 26, 2026
Waspada Penyakit Kusta di Pati: Sampai Maret Ada 11 Kasus

Waspada Penyakit Kusta di Pati: Sampai Maret Ada 11 Kasus

Maret 26, 2026
Pemkab Pati Belum Terapkan WFH ASN untuk Hemat BBM, Ini Alasannya

Pemkab Pati Belum Terapkan WFH ASN untuk Hemat BBM, Ini Alasannya

Maret 26, 2026
Remisi Lebaran di Kudus: 2 Langsung Bebas, Kasus Narkotika Mendominasi

Remisi Lebaran di Kudus: 2 Langsung Bebas, Kasus Narkotika Mendominasi

Maret 26, 2026
Lini Kata

© 2025 Linikata.com All right reserved

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

© 2025 Linikata.com All right reserved