LINIKATA.COM, PATI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati memprediksi pemudik mencapai ribuan orang. Mereka umumnya warga Pati yang bekerja di ibu kota hingga luar pulau Jawa.
Kepala Dishub Pati Tony Romas Indriarsa mengatakan, puncak mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Rabu (18/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026). Pasalnya, kebanyakan perusahaan mulai libur pada Rabu ini.
”Puncaknya kita perkiraan Rabu (18/3/2026) besok sampai Jumat (20/3/2026),” kata dia Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Mudik Tenang! Polresta Pati Buka Penitipan Kendaraan Gratis dan Pantau Rumah Kosong
Untuk menyambut pemudik ini, Dishub Pati melakukan berbagai langkah. Mulai dari mengecek keadaan armada bis, mengecek kelayakan lampu penerapan jalan hingga mengerahkan personel.
”Kesiapan sendiri kita mempersiapkan personel di tiga pospam. Kita siapkan 12 personel kota bagi tiga sift setiap hari. Tanggal 13 Maret sampai 25 Maret itu kita siapkan. Personel di terminal juga kita siapkan. Termasuk ada kedatangan bis dari luar daerah. Kita antisipasi kalau ada lonjakan,” tandas dia.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Kabid Dalops) Dishub Pati, Nita Agustiningtyas, menambahkan, lonjakan pemudik Lebaran 2026 ini terjadi sejak H-7 Lebaran 2026 atau sejak akhir pekan lalu.
Setiap harinya minimal 350 pemudik sampai di Bumi Mina Tani dengan menggunakan transportasi umum atau angkutan umum. Pihaknya memprediksi pemudik akan terus bertambah hingga H-1 Lebaran 2026.
”Dari H-7, Sabtu kmaren kenaikan jumlah penumpang angkutan umum yg tiba di Pati mencapai lebih dari 350 orang. Biasanya kondisi ini bertahan bahkan meningkat sampai dengan H-1 dengan jumlah kedatangan penumpang antara 350-400 perharinya,” ujar Nita kepada Murianews.com, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: Mogok atau Habis Bensin, Rest Area Mobile Polresta Pati Siap Datangi Pemudik
Dengan demikian, pemudik yang ke Pati diprediksi mencapai sekitar 3.000 hingga 3.500-an orang selama sepekan. Jumlah tersebut termasuk pemudik yang mengikuti mudik gratis. Namun belum termasuk pemudik yang menggunakan mobil pribadi atau kendaraan pribadi.
”Nggih kurang lebihnya (3.000-an) pemudik. Itu khusus pemudik dengan angkutan umum atau bis. Untuk kendaraan pribadi kami belum bisa mendeteksi,” ungkap Nita. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















