LINIKATA.COM, PATI – Menjelang Hari Raya Idulfitri, ratusan kapal nelayan mulai memadati Sungai Juwana. Fenomena rutin tahunan ini pun langsung diantisipasi oleh Satpolairud Polresta Pati untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.
Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, mengungkapkan, saat ini tercatat sudah ada 329 kapal yang masuk ke area pelabuhan, sementara total kapal yang menambatkan diri di sekitar alur Sungai Juwana mencapai 367 buah. Menurut prediksinya, gelombang kedatangan kapal ini akan mencapai titik tertinggi dalam waktu dekat.
“Kedatangan kapal itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada minggu ini,” terang dia, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: Sarung Batik Rahatu Pati Jadi Primadona Hampers Lebaran, Sampai Kewalahan
Meskipun terlihat ramai, jumlah kapal yang pulang pada tahun ini justru diprediksi mengalami penurunan sekitar 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta minimnya hasil tangkapan ikan disinyalir menjadi faktor utama banyak nelayan yang memilih untuk tetap berada di laut atau bersandar di pelabuhan lain.
“Informasi dari ketua tim terpadu maritim agak turun. Untuk kapal yang tidak pulang ada sekitar 30 persen. Ada banyak faktor penurunan itu seperti karena cuaca serta hasil tangkapan ikan yang masih minim,” imbuh dia.
Kepadatan kapal di alur sungai ini membawa tantangan tersendiri, terutama terkait penyempitan jalur yang memicu kemacetan arus lalu lintas air. Banyak kapal yang baru tiba harus berebut masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk bongkar muat, sementara kapal yang sudah selesai justru kesulitan untuk keluar dari dermaga.
“Dikarenakan penyempitan alur sungai dan banyaknya kapal yang bersandar menjelang lebaran. Belum lagi banyak kapal yang baru datang berebut masuk ke TPI untuk segera bongkar sebaliknya kapal yang selesai bongkar kesulitan keluar dari dermaga. Maka tim terpadu fokus dalam melakukan penataan alur,” terang dia.
Selain penataan alur, prioritas utama petugas saat ini adalah mitigasi bencana, khususnya bahaya kebakaran kapal yang rawan terjadi di area padat sandar. Sebuah posko terpadu telah didirikan untuk memantau situasi secara real-time. Petugas rutin melakukan pemeriksaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap kapal serta memberikan edukasi kepada para awak kapal mengenai prosedur keselamatan.
“Di antara tugas utamanya juga melakukan mitigasi bencana termasuk kerawanan kebakaran kapal. Seperti melakukan pengecekan alat pemadam kebakaran kapal dan kesiapan personil untk mengantisipasi insiden kebakaran di area padat kapal, serta mengedukasi awak kapal tentang pentingnya ketersediaan alat pemadam di atas kapal,” tambah dia.
Baca juga: Wujud Toleransi di Pati: 3 Vihara di Juwana Disulap Jadi Rest Area Pemudik Lebaran
Langkah preventif lainnya mencakup pengawasan ketat terhadap aktivitas perbaikan kapal yang melibatkan pekerjaan panas atau pengelasan. Patroli harian terus dilakukan di area dok maupun dermaga untuk memastikan tidak ada kelalaian yang bisa memicu percikan api di tengah kerumunan kapal.
“Setiap hari kami patroli dan memberikan edukasi terkait bahaya kebakaran serta menekankan pentingnya alat keselamatan pada kapal yang sedang melaksanakan perbaikan kapal baik di dok atau di dermaga,” tambah dia. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














