• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Hotel di Rembang Terdampak Limbah Pabrik Ikan, Bau Menyengat dan Air Tercemar

Redaksi by Redaksi
Maret 17, 2026
in Regional
0
Hotel di Rembang Terdampak Limbah Pabrik Ikan, Bau Menyengat dan Air Tercemar
0
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, REMBANG – Operasional tiga pabrik pengolahan hasil laut di Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, mulai berdampak serius pada sektor pariwisata.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Rembang resmi mengadu ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) terkait polusi bau dan pencemaran air yang merugikan pelaku usaha perhotelan di kawasan tersebut.

Pemilik Hotel Pantura, Siti Setyorini, mengungkapkan bahwa polusi bau dari aktivitas pabrik tersebut telah mencapai radius yang cukup jauh hingga masuk ke area kamar hotel. Menurutnya, kondisi ini diperparah saat angin laut bertiup kencang ke arah daratan.

Baca juga: KKP Segel Unit Tepung PT Indo Seafood yang Diduga Cemari Laut di Banyudono Rembang

“Sangat terdampak. Pengunjung mengalami penurunan hingga 60 persen lebih karena tamu mengeluh tidak nyaman di dalam hotel. Bau ini terjadi hampir setiap hari, 24 jam,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menambahkan bahwa keluhan tidak hanya datang dari tamu hotel, tetapi juga dari warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut. Meski secara pribadi pihaknya sudah sering mengajukan komplain ke perusahaan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut atau perubahan nyata.

Senada dengan Siti, Pemilik Hotel Kartini, Tulus Setijabudi, menyoroti dampak lingkungan yang merembet ke sanitasi. Ia menyebut air sumur di tempat usahanya dan rumah warga sekitar mulai berubah warna dan berbau.

“Kalo Pas Musim Hujan kayak gini aman mas, karena Air sudah tercampur dengan air hujan. Tapi jika musim kemarau sumur-sumur warga warnanya berubah jadi merah. Di tempat usaha saya juga sama. Akhirnya kami harus menyiasati dengan membeli air tangki PDAM agar operasional tetap jalan dan tamu tidak komplain soal air,” jelasnya.

Tulus berharap ada tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, berkaca pada penindakan KKP RI yang sebelumnya dilakukan terhadap salah satu perusahaan.

“Harapannya dua perusahaan lainnya juga ada tindak lanjut meminimalisir limbah supaya tidak berbau. Kita sama-sama cari makan, yang penting saling menjaga kenyamanan agar industri pariwisata tidak mati,” tegasnya.

Menanggapi aduan tersebut, Sekretaris Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan informasi terkait masalah yang ternyata sudah berlangsung lama ini.

“Ini menjadi perhatian kami. Tadi disampaikan dalam rapat koordinasi bahwa ada empat hotel di sekitar pabrik yang merasa tidak nyaman. Bahkan ada tamu yang baru masuk langsung minta pindah karena bau limbah yang mencemari tanah dan udara,” katanya.

Baca juga: Bertahun-tahun Terdampak Limbah, Warga Banyudono Rembang Ancam Gugat Pabrik Ikan

Pihak Dinbudpar mengkhawatirkan jika masalah ini dibiarkan berlarut, industri pariwisata di Rembang akan semakin terpuruk. Sebagai langkah konkret, pihaknya akan segera menjalin komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang.

“Langkah selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan DLH untuk mencari solusi terbaik bagi para pelaku usaha hotel dan memastikan lingkungan kembali nyaman bagi wisatawan,” pungkasnya. (LK8)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Limbahpabrik ikan
Previous Post

Minyakita di Pati Langka Sejak Pertengahan Ramadan, Harganya Melonjak

Redaksi

Redaksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
Bupati Sudewo Tanggapi Kasus Kekerasan pada Wartawan saat Liput Rapat Pansus

Sudewo Minta Pansus Jangan Telanjangi Pemerintah: Yang Sempurna Nabi Muhammad

September 5, 2025
Oknum Relawan Intimidasi Jurnalis saat Liputan Evakuasi Pendaki Gunung Muria

Oknum Relawan Intimidasi Jurnalis saat Liputan Evakuasi Pendaki Gunung Muria

Juni 26, 2025
KKP Segel Unit Tepung PT Indo Seafood yang Diduga Cemari Laut di Banyudono Rembang

KKP Segel Unit Tepung PT Indo Seafood yang Diduga Cemari Laut di Banyudono Rembang

Maret 16, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Hotel di Rembang Terdampak Limbah Pabrik Ikan, Bau Menyengat dan Air Tercemar

Hotel di Rembang Terdampak Limbah Pabrik Ikan, Bau Menyengat dan Air Tercemar

Maret 17, 2026
Minyakita di Pati Langka Sejak Pertengahan Ramadan, Harganya Melonjak

Minyakita di Pati Langka Sejak Pertengahan Ramadan, Harganya Melonjak

Maret 17, 2026
Ratusan Kapal Nelayan Mulai Padati Sungai Juwana Jelang Lebaran

Ratusan Kapal Nelayan Mulai Padati Sungai Juwana Jelang Lebaran

Maret 17, 2026
Wujud Toleransi di Pati: 3 Vihara di Juwana Disulap Jadi Rest Area Pemudik Lebaran

Wujud Toleransi di Pati: 3 Vihara di Juwana Disulap Jadi Rest Area Pemudik Lebaran

Maret 17, 2026

Recent News

Hotel di Rembang Terdampak Limbah Pabrik Ikan, Bau Menyengat dan Air Tercemar

Hotel di Rembang Terdampak Limbah Pabrik Ikan, Bau Menyengat dan Air Tercemar

Maret 17, 2026
Minyakita di Pati Langka Sejak Pertengahan Ramadan, Harganya Melonjak

Minyakita di Pati Langka Sejak Pertengahan Ramadan, Harganya Melonjak

Maret 17, 2026
Ratusan Kapal Nelayan Mulai Padati Sungai Juwana Jelang Lebaran

Ratusan Kapal Nelayan Mulai Padati Sungai Juwana Jelang Lebaran

Maret 17, 2026
Wujud Toleransi di Pati: 3 Vihara di Juwana Disulap Jadi Rest Area Pemudik Lebaran

Wujud Toleransi di Pati: 3 Vihara di Juwana Disulap Jadi Rest Area Pemudik Lebaran

Maret 17, 2026
Lini Kata

© 2025 Linikata.com All right reserved

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

© 2025 Linikata.com All right reserved