LINIKATA.COM, KUDUS – Seorang warga Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, menjadi korban penganiayaan setelah sekelompok pemuda mengamuk pada Selasa (10/3) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Mejobo, AKP Heri Purwanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya melalui SPKT dan piket fungsi telah mendatangi lokasi kejadian di Dukuh Kirig Tempel, Desa Kirig, sesaat setelah menerima laporan.
“Benar, telah terjadi peristiwa penganiayaan. Kami sudah mendatangi TKP dan meminta keterangan saksi-saksi di lapangan,” ujar AKP Heri Purwanto, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Manfaatkan Momen Ramadan, Pengoplos LPG di Kudus Diringkus Polisi
Heri menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, terdapat seorang pemuda yang melintas di jembatan perbatasan antara Desa Karangrowo dan Dukuh Kirig Tempel sambil memainkan gas sepeda motornya (memblayer).
“Suara bising tersebut memancing emosi sekelompok pemuda Desa Karangrowo yang sedang nongkrong di sekitar lokasi,” ungkap Heri.
Lanjutnya, kelompok pemuda tersebut kemudian mengejar pengendara motor hingga masuk ke wilayah Dukuh Karanganyar, Desa Payaman. Melihat rombongan orang asing masuk ke wilayah mereka dengan nada provokatif, warga Desa Payaman mencoba menghadang dan meminta mereka kembali.
“Namun, tindakan warga justru dibalas dengan emosi. Kelompok pemuda tersebut mengamuk dan melakukan penganiayaan terhadap warga setempat,” imbuhnya.
Baca juga: Dua Kelompok Remaja Adu Mekanik di Mie Gacoan Kudus, Tujuh Pelaku Diamankan
Akibat kejadian ini, seorang warga bernama Mulyono (54), buruh harian lepas asal RT 03 RW 07 Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, dilaporkan menjadi korban kekerasan. Sejumlah saksi di lokasi, Ngatono (45) dan Edi Subandono (51) yang merupakan perangkat desa setempat, telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Mejobo masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku penganiayaan tersebut. Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah mulai kondusif namun pihak kepolisian tetap berjaga untuk mengantisipasi aksi balasan. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














