LINIKATA.COM, PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk memperhatikan kondisi Alun-alun Kembang Joyo di Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati. Mengingat, kondisi pusat kuliner itu kian mengenaskan setelah ramai ditinggalkan para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, mengatakan, Alun-Alun Kembangjoyo saat ini hanya ditempati oleh 22 PKL eks Alun-Alun Pati. Padahal, saat baru direlokasi, ada sekitar 400 PKL yang terdaftar.
“Contohnya di Pati itu Alun-Alun Kembangjoyo, harus kita lestarikan dan kita perbaiki lagi,” katanya, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Alun-Alun Kembangjoyo Akan Dijadikan Tempat CFD, PKL: Semoga Ramai
Selain lokasi yang kian sepi, kata Joni, kawasan yang tak terpelihara dengan baik juga jadi salah satu sebab warga enggan mengunjungi pusat kuliner tersebut. Dalam pengamatannya, tempat tersebut tidak punya petugas kebersihan maupun teknisi lampu. Padahal, pemeliharaan tersebut seharusnya merupakan tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Di Kembang Joyo tidak ada tukang bersih-bersih, itu tidak ada. Tidak ada tukang teknisnya untuk memperbaiki lampu, tidak, segala macam, ini seharusnya dinaungi oleh OPD terkait,” jelas dia.
Selain itu, Joni juga menyoroti kinerja Pemkab Pati yang selama ini hanya membuat kegiatan simbolis, akan tetapi tidak berkelanjutan terhadap keberlangsungan PKL.
“Jadi pemerintah ini jangan menjadikan PKL itu hanya simbolis ataupun pencitraan. Jadi betul-betul harus dirawat dan diberdayakan, karena apa PKL ini penumpang ekonomi Indonesia,” ucapnya.
Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kembangjoyo, Tukul, mengungkapkan, para PKL kini banyak yang beralih lokasi jualan, sala satunya di pinggir jalan atau menyewa lokasi lain yang dirasa lebih strategis.
Baca juga: Janji Renovasi Tak Ditepati, PKL Alun-Alun Kembangjoyo Pati Bertahan Tanpa Kepastian
“Banyak yang pindah ke jalan-jalan karena tidak kuat. Bahkan banyak yang (sudah) meninggal,” beber dia.
Kondisi sepi itu, juga dirasakan di momen Ramadan ini. Akan tetapi, pihaknya berharap di H-10 bulan Lebaran, pengunjung bisa membeludak.
“Sementara ini masih sepi. Kalau sudah mulai ada pemudik, kemungkinan ya ramai. Tapi tidak luput kita minta support dan dukungan dari pemerintah daerah,” ucapnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














