LINIKATA.COM, PATI – Seorang wanita berusia 24 tahun warga Kecamatan Pati mengaku menjadi korban begal payudara di Jalan Raya Pati-Kudus pada Rabu (4/3) sekitar pukul 19.46 WIB. Korban sempat mengejar pelaku tapi berhasil kabur.
Peristiwa tersebut meresahkan pengguna jalan karena terjadi di jalan utama Pati-Kudus dan saat ramai lalu lintas. Bahkan, korban mengaku masih trauma.
Video pengejaran pelaku itu beredar luas di grup-grup WhatsApp. Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik tersebut, korban yang berboncengan berusaha mengejar pelaku dan meminta pelaku untuk berhenti.
Baca juga: Harga Cabai dan Telur Naik saat Ramadan, Disdagperin Pati: Masih Normal
Namun, pelaku ogah berhenti dan belok ke gang sepi hingga korban terpaksa berhenti mengejar dna kehilangan jejak. Korban juga sempat berusaha meminta pertolongan, tapi tidak ada warga yang menghampiri.
Berdasarkan keterangan korban yang enggan disebutkan namanya, peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/3) malam sekitar pukul 19.46 WIB. Waktu itu dia berboncengan dengan kawannya melintasi Jalan Panglima Sudirman dari arah Kecamatan Margorejo menuju Pati Kota.
“Saya dibegal payudara di depan PT Sinar Indah Kertas, (Desa) Ngawen, (Kecamatan) Margorejo,” jelas korban saat dihubungi awak media, Jumat (6/3).
Sesampainya di lokasi kejadian, dia tiba-tiba dipepet seorang pria mengendarai Motor Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi Z 5699 HAG. Pelaku melancarkan aksinya saat korban lengah dengan cara mengulurkan tangan ke arah payudara sebelah kanan korban yang mengendarai motor.
”Sudah terkena (payudara) mas. Pelakunya hanya satu orang,” kata dia.
Setelah berhasil melancarkan aksinya, pelaku kemudian bergegas kabur meninggalkan korban. Dia sempat mengejar pelaku dan memvideokan pengejaran tersebut. Namun, sang pelaku berhasil lolos dengan cara masuk ke Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.
“Pelaku lari ke rah persawahan gelap. Saya sudah nggak berani ngejar lagi,” jelasnya.
Baca juga: Minibus Hantam Truk Tronton di Pantura Kudus, 2 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Atas kejadian tersebut, korban belum mau melapor kepada polisi karena masih trauma. Namun, dirinya sudah punya bukti video dan mengetahui pelat nomor polisi pelaku.
”Hingga sekarang identitas pelaku masih belum diketahui,” tandas dia.
Terpisah, Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin mengatakan akan mengecek terlebih dahulu adanya laporan dugaan tindakan asusila tersebut.
“Kami cek dulu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Hafid. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














