LINIKATA.COM, PATI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati mulai bersiap menghadapi potensi penumpukan limbah rumah tangga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan antara 20 hingga 30 persen dibandingkan hari-hari biasanya.
Kepala Bidang Kebersihan Persampahan dan Pertamanan DLH Kabupaten Pati, Henri Setiawan, mengungkapkan bahwa fenomena ini merupakan dampak langsung dari melonjaknya tingkat konsumsi dan kebutuhan masyarakat selama momentum hari raya. Melalui keterangan resminya pada Selasa (03/03/2026), ia memberikan estimasi angka kenaikan tersebut secara spesifik.
“Sekitar 20 sampai 30 persen mas pada hari H lebaran,” kata Henri kepada Mitrapost.com melalui pesan singkat.
Baca juga: Konsumsi BBM di Jateng-DIY Diprediksi Melonjak 18 Persen Saat Mudik 2026
Berdasarkan data yang dihimpun oleh DLH, rata-rata volume sampah harian di Kabupaten Pati saat ini berada di angka 160 hingga 190 ton. Henri menjelaskan bahwa jumlah tersebut fluktuatif namun tetap dalam rentang yang stabil sebelum memasuki periode lebaran.
“Variasi mas sekitar 160 sampai 190 ton perhari,” jelas dia.
Guna mengantisipasi tumpukan sampah yang tidak terangkut, DLH Kabupaten Pati telah menyusun strategi matang dengan memetakan titik-titik rawan. Fokus utama pembersihan akan diarahkan pada lokasi fasilitas publik yang memiliki mobilitas tinggi seperti kawasan pasar tradisional, terminal, dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
“Menghadapi potensi lonjakan volume sampah selama momentum Lebaran dengan melakukan pemetaan titik rawan penumpukan, penambahan armada dan ritase pengangkutan pada H-3 hingga H+5, serta memastikan ketersediaan kontainer di kawasan pasar, terminal, dan TPS yang ada,” ucap dia.
Baca juga: Harga Cabai dan Telur Naik saat Ramadan, Disdagperin Pati: Masih Normal
Selain mengoptimalkan aspek teknis pengangkutan dan ketersediaan armada, pihak pemerintah daerah juga terus berupaya menekan volume sampah dari hulu. DLH secara intensif memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menjaga keberlangsungan lingkungan di wilayah Pati.
“Selain itu, DLH juga menggencarkan edukasi pengurangan sampah plastik sekali pakai dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan pelayanan kebersihan tetap optimal,” pungkas Henri. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














