LINIKATA.COM, PATI – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya komitmen nyata dari semua pihak untuk memperkuat pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja. Langkah ini dinilai mendesak demi melindungi masa depan generasi penerus bangsa.
“Dibutuhkan langkah nyata yang lahir dari komitmen bersama yang kuat untuk membangun mekanisme pencegahan dan penanganan kesehatan jiwa bagi generasi penerus bangsa,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).
Pernyataan ini menyusul penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak oleh sembilan menteri di Kantor Kemenko PMK pada Kamis (5/3). Kesembilan kementerian yang terlibat meliputi Kemendagri, Kemenag, Kemendikdasmen, Kemenkes, Kemensos, Komdigi, Kemen-KPK, serta Kemen-PPPA.
Baca juga: Lestari Moerdijat: LKP Jadi Solusi Strategis Tingkatkan Kualitas SDM dan Atasi Putus Sekolah
Menurut Lestari, SKB yang ditandatangani sembilan menteri itu harus mampu menumbuhkan komitmen kuat pihak-pihak terkait untuk membangun ekosistem yang mendukung perkembangan jiwa anak dan remaja ke arah yang lebih baik.
“Efektivitas kerja sama para pihak terkait untuk membangun kesehatan jiwa yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa harus segera terwujud, mengingat tren kasus bunuh diri remaja yang meningkat,” tekannya.
Data Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, kasus bunuh diri pada kelompok usia anak (0-15 tahun) meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, yaitu dari 604 kasus pada 2022 menjadi 1.498 kasus pada 2024.
Selain itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) pada 2024, tercatat 62,19% anak dengan masalah kesehatan jiwa juga mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, upaya mewujudkan penguatan fungsi keluarga dan pengasuhan positif di tengah masyarakat yang menjadi salah satu tujuan SKB tentang Kesehatan Jiwa itu, bukan hal yang mudah.
Baca juga: Lestari Moerdijat: Minat Baca Gen Z Naik, Tapi Pemahaman Konten Rendah
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap upaya yang dilakukan para menteri tidak sebatas menandatangani SKB, tetapi lebih dari itu sejumlah keputusan yang telah diambil harus segera direalisasikan dengan langkah nyata.
“Rentetan kasus kekerasan dan bunuh diri anak bisa segera ditekan dan diatasi, sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan,” tuntasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














