LINIKATA.COM, KUDUS – PT Pertamina Patra Niaga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Kudus, atas keberhasilan mengungkap praktik penyalahgunaan LPG bersubsidi di wilayah hukum Kudus.
Momentum penindakan ini dinilai sangat krusial mengingat saat ini masyarakat tengah berada dalam masa persiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri, di mana konsumsi gas dipastikan meningkat tajam.
Perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga Jateng-DIY, Sigit Wicaksono, menyatakan bahwa langkah tegas kepolisian ini sangat membantu pihaknya dalam menjamin kelancaran pasokan energi kepada masyarakat yang berhak.
Baca juga:
‘’Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Kudus. Penindakan ini memberikan rasa aman bagi distribusi pasokan kami, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya,’’ ujar Sigit.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit mengimbau warga untuk turut aktif melakukan pengawasan terhadap peredaran LPG di lingkungannya. Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan indikasi pelanggaran hukum, baik dalam skala besar maupun kecil.
‘’Jika ada hal mencurigakan, segera sampaikan kepada kami melalui Contact Center Pertamina di nomor 135. Informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan untuk memutus rantai penyalahgunaan ini,’’ tegasnya.
Selain pengawasan, Pertamina juga mengingatkan konsumen agar lebih cermat saat membeli LPG nonsubsidi seperti Bright Gas. Konsumen disarankan untuk membeli hanya di outlet atau pangkalan resmi, termasuk gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, guna menjamin keamanan (safety) dan keakuratan isi tabung.
Adapun tiga cara mudah untuk membedakan produk resmi Pertamina dengan produk ilegal hasil pengoplosan, yakni Cek Seal Cap (Tutup Segel), produk asli memiliki segel berbentuk hologram dan dilengkapi barcode.
‘’Segel bisa di-scan melalui aplikasi BG Scanner. Jika asli, akan muncul informasi agen penyalurnya. Jika palsu, tidak akan terbaca,’’ jelas Sigit.
Lalu dari segi berat, pelaku pengoplosan biasanya tidak mampu mencapai berat maksimal karena keterbatasan alat. Tabung 12 kg yang tidak resmi seringkali hanya berisi 9 atau 10 kg. Jika ada fasilitas timbangan di toko, silakan ditimbang untuk memastikan kesesuaian dengan angka yang tertera di badan tabung.
Baca juga: Stok LPG Ramadan dan Lebaran Ditambah, Warga Pati Diminta Tak Panik
Kemudian harga jual, harga normal LPG 12 kg saat ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp210.000. Masyarakat diminta waspada jika menemukan penawaran harga di bawah standar, misalnya Rp170.000 atau Rp180.000.
‘’Jangan tergiur harga miring tapi berisiko tinggi saat penggunaan di rumah. Produk resmi Pertamina diisi dengan standar tekanan tinggi dan peralatan khusus demi keselamatan pengguna,’’ pungkas Sigit. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin













