LINIKATA.COM, PATI – Teka-teki penyebab dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMKN 4 Pati akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel Makan Bergizi Gratis (MBG), ditemukan adanya kontaminasi bakteri pada beberapa jenis menu yang disajikan.
Kepastian ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten 1) Sekda Kabupaten Pati, Indriyanto. Ia mengonfirmasi bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati telah menyerahkan hasil uji tersebut kepada Satuan Tugas (Satgas) MBG.
Temuan Bakteri pada Susu Kedelai dan Garang Asem
Indriyanto mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan respons positif terhadap keberadaan bakteri di sejumlah sampel makanan, yaitu susu kedelai dan garang asem.
“Dinas Kesehatan sudah menyampaikan hasilnya kepada pimpinan (Ketua Satgas MBG). Hasilnya memang ada beberapa yang positif (bakteri),” terang Indriyanto lewat telepon, Rabu (4/3/2026).
Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) Pati Margorejo yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa. Untuk sementara waktu, aktivitas penyediaan makanan dihentikan guna proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Pihak pengelola juga diminta segera memperbaiki standar prosedur yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Langkah berikutnya, ini dihentikan sementara (SPPG, Red). Sambal proses perbaikan,” imbuh Indriyanto.
Evaluasi Langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN)
Kasus ini menarik perhatian serius dari pemerintah pusat. Indriyanto menyebutkan bahwa langkah pembenahan tidak hanya dilakukan di tingkat daerah, tetapi juga akan dipantau langsung Badan Gizi Nasional (BGN)
“Selanjutnya nanti ada evaluasi dari BGN baru dilihat nanti bagaimana hasilnya,” tambahnya.
Kronologi Kejadian
Sebagai informasi, insiden ini bermula pada Senin (9/2/2026) siang ketika sebanyak 23 siswa SMKN 4 Pati mendadak mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah usai menyantap menu MBG.
Para siswa sempat dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, kondisi para siswa cepat tertangani dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin














