LINIKATA.COM, PATI – Berkah bulan suci Ramadan 2026 sangat dirasakan oleh Sri Antini, seorang pelaku usaha kuliner rumahan asal Desa Perenggang, Kecamatan/Kabupaten Pati. Pemilik label kue bolen AN’S ini mengaku kewalahan meladeni lonjakan pesanan yang datang sejak awal puasa.
Kue buatannya yang lembut dan manis kini menjadi incaran utama warga untuk takjil berbuka maupun hantaran Lebaran. Setiap harinya, Sri mampu memproduksi sekitar 20 hingga 30 kardus kue bolen dari dapur sederhananya.
Usaha ini awalnya hanyalah kegiatan sampingan untuk mengisi waktu luang di sela tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Pati. Namun, berkat kualitas rasa yang konsisten selama lima tahun terakhir, produknya kini memiliki pelanggan setia yang terus bertambah.
Baca juga: Menu Baru Pijar Park, Seduh Kopi Muria dari Panasnya Pasir Ala Turki
Karena seluruh proses produksi masih dikerjakan secara mandiri tanpa bantuan karyawan, Sri terpaksa membatasi jumlah pesanan. Ia menetapkan kuota maksimal hanya 30 kotak per hari agar kualitas tetap terjaga.
Kondisi ini membuat banyak pelanggan harus bersabar mengantre atau melakukan pemesanan setidaknya dua hingga tiga hari sebelumnya.
“Alhamdulillah, pada awal Ramadan ini pesanan makin meningkat. Namun, pelanggan kadang memang harus menunggu karena saya terbatas oleh waktu, apalagi proses pembuatannya dikerjakan sendiri,” ujar Sri Antini, Sabtu (28/2/2026).
Keunggulan utama Kue Bolen AN’S terletak pada penggunaan madu alami sebagai pemanis, sehingga rasanya tidak berlebihan. Keunikan inilah yang membuat banyak pembeli selalu kembali memesan setiap tahunnya.
“Harga yang kami tawarkan tergolong ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp40.000 hingga Rp45.000 per dus,” katanya.
Baca juga: Asyiknya Nyore di Angkringan Semar, Cuma 10 Menit dari Alun-Alun Pati
Mutia, salah satu pelanggan setia, mengaku sengaja memesan jauh-jauh hari untuk momen spesial bersama keluarga.
“Rasanya memang khas dan manisnya sangat pas. Jadi cocok sekali untuk dijadikan hantaran keluarga saat berbuka puasa,” ungkapnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














