LINIKATA.COM, PATI – Tiga pekan berlalu, hasil uji laboratorium dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 4 Pati belum juga keluar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati memperkirakan hasilnya akan keluar pada minggu ini.
Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo mengatakan, sampai saat ini hasil uji laboratorium yang sudah keluar adalah mikrobiologi pangan. Uji lab ini meliputi sanitasi, bakteri, hingga jamur. Sementara untuk hasil uji kimianya belum keluar.
“Kalau yang SMK N 4 Pati kemarin, ini hasil uji labnya belum keluar semua. Jadi yang uji mikrobiologi pangannya sudah keluar tapi yang untuk kimia belum,” ujar Luky saat dihubungi awak media, Kamis (26/02/2026).
Baca juga: Korban Dugaan Keracunan MBG SMKN 4 Pati jadi 23 Siswa: 21 Pulang, 2 Opname
Dengan kondisi ini, pihak Dinkes belum bisa menyampaikan hasil uji lab kepada masyarakat. Mengingat, pihaknya tidak mau gegabah menyimpulkan secara parsial jika hasilnya belum keluar semua. Setelah uji laboratorium keluar semua, pihaknya akan membawa hasil tersebut ke Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pati.
“Kami belum bisa konfirmasi, karena gini, setelah mikrobiologi pangannya keluar, kimianya keluar nanti kami laporkan ke Satgas (MBG), baru ke teman-teman (wartawan),” jelas dia.
Ia menyampaikan, hasil uji laboratorium kimia diperkirakan bakal keluar pekan ini. Menurutnya, uji laboratorium kimia dalam makanan itu meliputi uji kontaminasi logam berat seperti arsen, uji parameter kerusakan bahan, hingga uji bahan kimia berbahaya.
Baca juga: Heboh di Medsos! Menu MBG di Pati saat Ramadan Dinilai Tak Sesuai Anggaran
“Informasi yang kimia, dari Bu Kabid tadi sudah diinfo dari laboratorium provinsi, kayaknya dalam minggu ini keluar untuk yang kimianya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 23 siswa SMK Negeri 4 Pati diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Senin (09/02/2026) lalu. Puluhan siswa itu merasakan mual, pusing dan muntah-muntah hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (RS KSH). (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














