LINIKATA.COM, PATI – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati masih punya banyak Pekerjaan Rumah (PR) untuk membantu perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Mengingat, sampai 2026 ini masih ada 70 ribu rumah yang butuh bantuan perbaikan.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan pada Disperkim Kabupaten Pati, Ahmad Qosim, mengatakan, setiap tahun pihaknya hanya bisa mengupayakan perbaikan sekitar 2.000 rumah. Sumber pendanaannya dari kabupaten hingga pusat dan swasta.
Pihak-pihak tersebut meliputi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Corporate Social Responsibility (CSR). Ada pula peningkatan RTLH berbarengan dengan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Baca juga: Heboh di Medsos! Menu MBG di Pati saat Ramadan Dinilai Tak Sesuai Anggaran
“Dari Pemkab Pati ada 10 unit, kemudian dari Pemprov Jateng melalui Bankeu 500 unit. Untuk BSPS dari pusat mengajukan 2.000 unit, dari Buddha Suci CSR 70 unit. Kemudian alokasi dari Djarum Foundation 10 unit, kemudian Baznas dan Fastabiq juga setiap tahun ada,” ujar dia, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, sejauh ini beberapa program tersebut baru proses verifikasi lapangan. Ada pula beberapa yang masih penginputan data.
“Pelaksanaannya baru tahap verifikasi lapangan untuk program CSR. Dari APBD Kabupaten baru verifikasi, dan pelaksanaanya baru 2 unit karena kerja sama dengan TMMD, Djarum baru input data, kisaran Februari-Maret nanti verifikasi lapangan,” ungkap Qosim.
Baca juga: Pajak Kendaraan Naik, Target Samsat Pati Juga Naik jadi Rp179 M
Diketahui, 2025 lalu ada 2.000 rumah yang mendapat bantuan perbaikan. Pada saat itu, program didukung oleh sejumlah sumber pendanaan, bahkan swadaya masyarakat
“RTLH 2025 ada 2.000-an yang sudah tertangani dari beberapa sumber dana. Kemudian ada program swadaya masyarakat juga yang terlaporkan ke kami di 2025 ada 128 unit. Semoga tahun ini perbaikan ekonomi semakin tinggi swadayanya sehingga RTLH di Pati semakin sedikit,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














