LINIKATA.COM, PATI – Warga Kabupaten Pati mengeluhkan kelangkaan LPG bersubsidi 3 kilogram pada awal Ramadan ini. Bahkan, jika ada harganya tembus Rp30 ribu.
Dari informasi yang dihimpun, kondisi kelangkaan ini terjadi di sejumlah kecamatan, seperti Tlogowungu, Gunungwungkal, dan Gembong.
Saat dikonfirmasi, Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, mengatakan, kelangkaan LPG 3 kg tidak terjadi di seluruh wilayah, melainkan hanya di daerah tertentu. Berdasarkan hasil deteksi, kondisi serupa terjadi di wilayah Blora, Grobogan dan beberapa wilayah Timur Pati.
Baca juga: Warga Pati Menjerit Awal Ramadan LPG Langka, Harga Tembus Rp30 Ribu
“Hari ini kita salurkan tambahan untuk Pati Raya dan sekitarnya. Sebelumnya tanggal 17 Februari juga sudah ada tambahan,” ujarnya lewat sambungan telepon.
Menurutnya, selain adanya peningkatan permintaan, terdapat indikasi ulah oknum tidak bertanggung jawab yang memainkan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer. Makanya, Taufiq mengimbau masyarakat untuk mendatangi pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET, yakni Rp18.000 per tabung sesuai ketetapan gubernur.
“Indikasinya adalah selain peningkatan permintaan di tempat tersebut, ada indikasi juga ulah oknum yang tidak bertanggungjawab sengaja memainkan harga elpiji 3 kg,” sebutnya.
Baca juga: Sampai 2026 Masih Ada 70 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Pati
Taufiq juga menyarankan masyarakat mengecek lokasi pangkalan terdekat melalui situs resmi Pertamina yaitu ptm.id/infolpg3kg agar terhindar dari harga tinggi di tingkat pengecer.
“Kami sarankan masyarakat tidak membeli di pengecer dengan harga yang melambung tinggi. Jika menemukan harga yang jauh di atas HET, segera laporkan ke kepolisian atau dinas terkait,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














