LINIKATA.COM, PATI – Korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 4 Pati bertambah jadi 22 siswa. Sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH), mereka mengalami mual, pusing, hingga muntah-muntah.
Mereka mendapat MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margorejo Pati atau yang sering disebut SPPG Rendole milik Yayasan Patriot Bangsa. Menu yang menyebabkan keracunan adalah nasi, garang asem ayam, sayur, semangka, dan susu kedelai.
Peristiwa dugaan keracunan itu langsung mendapat perhatian serius dari Ketua Satgas MBG Pati, Risma Ardhi Chandra. Pria yang juga menjabat Plt Bupati Pati itu langsung meninjau SMKN 4 Pati dan RS KSH untuk menjenguk korban dugaan keracunan.
Baca juga: 21 Siswa SMKN 4 Pati Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke KSH
Chandra menyebut, SPPG Rendole dari Yayasan Patriot Bangsa sudah menjalankan SOP karena sebagai percontohan di Kabupaten Pati. Sebagai SPPG percontohan, dapur tersebut
”SPPG Rondole dari Yayasan Patriot Bangsa. SPPG ini sebenarnya adalah percontohan pertama di Kabupaten Pati. Selama ini SPPG sudah melakukan SOP yang sudah berjalan,” ungkap Chandra, Senin (9/2/2026).
Dirinya pun berharap tidak ada keracunan lagi akibat diduga dari MBG. Maka dari itu, SOP dapur harus ditingkatkan lagi. Sampai sore ini, jumlah siswa yang diduga keracunan MBG sebanyak 22 siswa.
“21 siswa (yang dilarikan rumah sakit). 1 siswa keadaan mulai membaik, jadi total ada 22 siswa,” beber dia.
Kepala SPPG Pati Margerejo, Rosesita Tri Suci Rohani pun angkat bicara dengan dugaan keracunan ini.
Ia mengaku sebelum mendistribusikan menu MBG, pihaknya sudah melakukan rapid test. Namun hasil tes tersebut belum keluar.
Baca juga: Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan, Ketua Satgas MBG: Semua Dapur Harus Kompak
”Kami sudah repidtest sebelum didistribusikan. hati ini, nasi garang asem ayam, semangka, ada susu kedelai. Semua masih indikasi saja,” ujar Rosesita.
Dirinya pun belum mengetahui menu mana yang menjadi penyebab dugaan keracunan MBG. Pihak SPPG masih melakukan observasi terkait penyebab keracunan puluhan siswa ini. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














