LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus bergerak cepat menangani musibah banjir yang merendam puluhan desa di wilayahnya. Fokus penanganan kini terbagi menjadi dua: solusi infrastruktur jangka panjang dan bantuan logistik darurat bagi ribuan warga terdampak.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Langkah strategis yang diusulkan adalah pembangunan sodetan untuk mengurangi beban debit air di Sungai Silugonggo.
“Untuk jangka panjang, kita sudah koordinasi dengan BBWS dan Provinsi untuk sodetan Sungai Juwana. Panjangnya sekitar 11 kilometer dengan lebar 9 sampai 10 meter. Saat ini masih dalam tahap kajian,” ujar Risma, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Banjir Pati: 14 Ribu Hektare Sawah Puso, Kerugian Ditaksir Rp301 Miliar
Selain proyek besar tersebut, Pemkab juga memprioritaskan normalisasi sungai sebagai langkah jangka pendek. Risma menyoroti masalah penumpukan sampah dan enceng gondok yang menghambat aliran air, terutama di area bawah jembatan.
“Saya melihat masih banyak sekali sampah di sepanjang aliran Sungai Simo. Saya sudah informasikan ke Kepala DPU agar besok segera dibersihkan, termasuk enceng gondok yang banyak menumpuk di sungai,” tegasnya.
Distribusi Bantuan 308 Ton Beras dan Operasional Dapur Umum
Memasuki fase darurat logistik, Pemkab Pati mendapatkan dukungan dari Badan Pangan Nasional berupa bantuan beras sebanyak 308 ton. Bantuan ini ditargetkan mampu menyasar sekitar 60 ribu jiwa yang terdampak banjir. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, mekanisme pendataan ketat akan diberlakukan.
“Ini sedang kita data mekanismenya. Pak Camat dan Kepala Desa akan kita kumpulkan untuk pendataan menggunakan NIK dan KK supaya tepat sasaran. InsyaAllah besok sudah mulai kita rencanakan penyalurannya,” jelas Risma.
Baca juga:
Terkait kebutuhan makan siap saji, Risma juga mengupayakan perpanjangan masa operasional dapur umum di wilayah Juwana. Ia meminta warga yang merasa belum tersentuh bantuan untuk segera melapor.
“Kalau bisa diperpanjang, karena kondisi banjirnya masih ada. Kita upayakan bantuan sudah menyeluruh, meskipun kalau ada yang terlewat itu manusiawi. Kalau masih ada warga yang belum menerima bantuan, mohon diinformasikan nama, RT, RW-nya. Bisa langsung ke BPBD atau Dinsos,” imbuhnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














