LINIKATA.COM, PATI – Hujan deras selama dua hari dua malam membuat Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati meluap, Minggu (11/1/2026). Luapan sungai ini menggenangi jalur Pantura Pati–Rembang dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Akibatnya, arus lalu lintas padat merayap.
Pantauan di lokasi, Jalan Pantura yang terendam banjir itu sekitar 500 meter. Arus lalu lintas tampak tersendat karena hanya bisa dilalui secara bergantian. Sejumlah kendaraan roda dua yang nekat menerjang tampak mogok dan harus didorong.
Menurut warga setempat, Mudhofar, banjir mulai datang sekitar pukul 23.00 WIB. Namun hingga pagi hari, ketinggian air justru terus bertambah dan sampai menggenangi Jalan Pantura.
Baca juga: 9 Kecamatan di Pati Diterjang Banjir hingga Tanah Longsor
“Sungai meluap lagi. Ini lebih parah dari semalam. (Banjir) terjadi sejak setengah sebelas. Ini malah makin meninggi, makin meninggi,” beber dia.
Dia menduga kondisi ini dipicu oleh rendahnya jembatan di Desa Raci yang menyebabkan arus air terhambat. Selain itu tingginya endapan lumpur di sungai, serta pintu air yang ditutup juga jadi faktor lain.
“Jembatan sana lho, jembatan (di Desa) Raci yang berpengaruh. Jembatannya terlalu rendah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, hujan masih terus mengguyur wilayah Pati. Warga dan pengendara yang melintas di jalur Pantura Juwana–Rembang diimbau untuk berhati-hati, karena arus air cukup deras dan kondisi jalan licin akibat lumpur yang terbawa banjir. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin














